Abstrak

Kebakaran lahan gambut telah menjadi perhatian dunia akibat dampak negatif dari asap dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dapat mencapai sepuluh kali lipat dari kebakaran lahan mineral. Desa Tumbang Nusa telah dikenal masyarakat luas sebagai desa bencana kebakaran di  lahan  gambut  Kalimantan  Tengah.  Api  selalu  dipicu  oleh  masyarakat  yang  terbiasa membakar lahan secara tidak terkendali. Penelitian yang mengarah ke upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka pencegahan kebakaran menjadi penting. Studi potensi sumberdaya di   desa   tersebut   telah   dilakukan   melalui   observasi   dan   wawancara.   Hasil   penelitian menunjukkan bahwa masyarakat desa Tumbang Nusa selain sering disebut masyarakat tahan bencana, juga memiliki potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan beberapa inprastruktur yang dapat dikembangkan sebagai dasar upaya pemberdayaan masyarakat yaitu di bidang budidaya ikan lokal dalam kolam beje dan keramba, pengembangan tanaman purun (Eleocharis dulcis), karet (Hevea braziliencis), pembibitan jenis pohon rawa gambut dan pengembangan  agroforestry  antara  jenis  pohon  belangeran(Shorea  belangeran),  jelutung (Dyera  polyphilla),  dan  gemor  (Notaphoebe  cureacea)  dengan  nenas  (Ananas  comosus). Melalui pengembangan aspek-aspek              tersebut,kesadaran       pencegahan  kebakaran                dari masyarakat akan meningkat. Sosialisai aturan pencegahan kebakaran, pelatihan  pertanian, pengendalian kebakaran dan pemanfaatan bahan organik sisa tebasan perlu dilakukan secara terus menerus. Kondisi alam yang ada telah membuat masyarakat tidak dapat menanam padi (Oriza sativa).

 Kata Kunci : Potensi, Sumberdaya, Tumbang Nusa, Pencegahan kebakaran.

Media Publikasi :                        

Prosiding Nasional Silvikultur V & Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia IV Silvikultur Untuk Produksi Hutan Lestari dan Rakyat Sejahter, Lambung Mangkurat University Press, 2018

Penulis :

Acep Akbar, Marinus K Harun dan Eko Priyanto