Abstrak

Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.) adalah famili  Rubiaceae dan termasuk jenis cepat tumbuh. Kayu jabon saat ini sudah komersial di Indonesia untuk industri pulp, kayu lapis,peti kemas dan kayu pertukangan. Kendala yang dihadapi dalam pembuatan bibit jabon antara lain  benihnya  sulit  diperoleh  dari  segi  kualitas  dan  kuantitas  karena  tegakannya  di  alam khsusnya di Indonesia (Kalimantan) sudah sulit diperoleh. Satu alternatif untuk menanggulangi kendala  tersebut,  teknologi  pembuatan  bibit  dengan  cara  stek  pucuk  diharapkan  dapat mengatasi kendala tersebut dengan membangun kebun pangkasan bergulir. Standar mutu bibit stek jabon siap tanam juga diperlukan perhatian untuk mengetahui tata waktu produksi bibit dan mendukung keberhasilan daya hidup tanaman di lapangan. Produksi bibit stek jabon merupakan pengembangan metode KOFFCO. Plot kajian standar mutu bibit mengunakan rancangan acak lengkap berblok dengan 3 perlakuan umur bibit (3 bulan, 5 bulan dan 7 bulan) dengan 4 blok/ulangan  @  25  tanaman.  Tujuan  penelitian/pengembangan  untuk  mengetahui  aplikasi keberhasilan pembuatan bibit cara stek pucuk metode KOFFCO dan mengetahui standar mutu bibit  jabon  berdasarkan  umur  bibit  di  persemaian  dan  kondisi  morfologis  bibit.  Hasil pengembangan menunjukkan bahwa pembuatan bibit jabon dapat dilakukan dengan cara stek pucuk dengan keberhasilan > 90% bibit stek (cuttings) . Umur bibit stek ideal siap tanam berumur 3 – 5 bulan yang memiliki kekompakan media 100%, kondisi batang kokoh, tinggi bibit 25 – 35 cm, diameter batang 2 – 4 mm.

Kata Kunci : Stek pucuk, mutu bibit, kebun pangkasan bergulir, jabon (Anthocephalus cadamba, (Roxb.) Miq.).

Media Publikasi :

Prosiding Nasional Silvikultur V & Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia IV Silvikultur Untuk Produksi Hutan Lestari dan Rakyat Sejahter, Lambung Mangkurat University Press, 2018

Penulis :

Rusmana

Written by :