Abstrak

Jelutung merupakan jenis asli di lahan rawa gambut.

Jenis ini banyak dikembangkan untuk kegiatan rehabilitasi lahan gambut dan telah dibudidayakan masyarakat.  Namun, tidak semua tanaman  yang  ada  menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan.  Penelitian  ini  bertujuan mendapatkan gambaran pertumbuhan Jenis Jelutung pada beberapa lokasi dan membandingkan pertumbuhannya dengan jenis yang lain. Pengambilan data dilakukan pada beberapa  lokasi  penanaman  jelutung di Kalimantan  Tengah.Lokasi  tersebut  mewakili perbedaan kedalaman gambut, sistem dan pola penanaman. Hasil penelitian menunjukkan  riap diameter  pada  beberapa  lokasi  sangat  bervariasi.  Riap  diameter  tersebut  kurang  dari  1 cm/tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa jelutung rawa membutuhkan kesesuaian tempat tumbuh yang spesifik dan metode yang sesuai. Metode penanaman terbaik yakni penggunaan guludan dalam persiapan lahannya. Hal ini membuktikan bahwa jenis jelutung rawa tidak selalu tergenang untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Berdasarkan riap diameternya, jenis ini mempunyai riap lebih rendah dibandingkan dengan jenis rawa gambut yang lain seperti Shorea balangeran. Pada tegakan jelutung rawa dengan pertumbuhan terbaik, riap diameternya tidak berbeda dengan riap Jenis S. balangeran, namun riap tinggi S. balangeran lebih tinggi sebesar 27% terhadap riap tinggi Jelutung Rawa . Hal ini menunjukkan bahwa terdapat alternatif jenis lain yang potensial dikembangkan. Namun demikian, pemilihan jenis harus memperhatikan kesesuaian jenis terhadap tempat tumbuhnya, kecepatan pertumbuhan, dan tujuan akhir dari pengembangan jenis tersebut.

 Kata Kunci : Jelutung, gambut, riap, S. balangeran

Media Publikasi :                        

Prosiding Nasional Silvikultur V & Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia IV Silvikultur Untuk Produksi Hutan Lestari dan Rakyat Sejahter, Lambung Mangkurat University Press, 2018

Penulis :

Muhammad Abdul Qirom