Abstrak

Keragaman makrofauna  tanah merupakan salah satu indikator kualitas tanah karena perannya yang penting dalam  meningkatkan pelayanan ekosistem. Akan tetapi pada beberapa kondisi,jenis tanaman dan pengaturan pola tanam akan berpengaruh terhadap kehidupan makrofauna tanah. Tulisan ini bertujuan mengkaji keragaman  makrofauna tanah di bawah tegakan sengon dan jelutung rawa pada beberapa pola tanam di lahan mineral dan organik. Data makrofauna tanah diperoleh dengan menggunakan metode pitfall trap untukmakrofauna permukaan tanah dan monolithuntuk makrofauna di bawah permukaan tanah. Analisis data dilakukan terhadap  kelimpahan individu/m2              dan indeksdiversitas (H1)             makrofauna       tanah.   Hasil       penelitian menunjukkan bahwa untuk fauna permukaan tanah, kelimpahan individu di bawah tegakan jelutung rawa (7.114,7 ind/m2)   lebih   tinggi   dibandingkan di   bawah         sengon   (6,274,3 ind/m2).Tetapi keragaman makro fauna di bawah tegakan sengon lebih beragam (H’=0,54) dibanding di bawah tegakan jelutung rawa (H’=0,33). Sedangkan untuk makrofauna di bawah permukaan tanah,  kelimpahan di bawah sengon lebih tinggi (4.808 ind/m2) dibanding di bawah jelutung rawa (496 ind/m2).Tetapi keragaman di bawah tegakan jelutung rawa (0,58), lebih tinggi dibandingkan di bawah tegakan sengon (0,41).  Secara umum, pola tanam sengon secara agroforestri berpengaruh negatif terhadap keragaman dan kelimpahan makrofauna tanah dibandingkan pola monokultur karena pengelolaan lahan yang lebih intensif.

Kata Kunci : makrofauna tanah, pola tanam, pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, Dyera polyphylla, Paraserianthes moluccana.

Media Publikasi :

Prosiding Nasional Silvikultur V & Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia IV Silvikultur Untuk Produksi Hutan Lestari dan Rakyat Sejahter, Lambung Mangkurat University Press, 2018

Penulis :

Reni Setyo Wahyuningtyas dan Wawan Halwany