Abstrak

Meranti merupakan jenis utama peyusun hutan hujan tropis. Umumnya, jenis ini mempunyai pertumbuhan yang cepat termasuk jenis meranti putih, sehingga jenis ini sangat potensial dalam pengembangan hutan tanaman dan penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan mendapatkan

potensi  penyerapan  karbon  jenis  meranti  putih.  Potensi  karbon  yang  diukur  antara  lain: biomassa permukaan tanah, serasah, tumbuhan bawah, pohon dan kayu mati (nekromasa), dan bahan organik tanah. Pengukuran simpanan karbon dilakukan pada beberapa penutupan lahan antara lain hutan tanaman meranti putih, hutan sekunder, tanaman tua, dan alang-alang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa riap diameter jenis ini mencapai lebih dari  1,38 cm/tahun. Hutan tanaman jenis meranti putih mempunyai potensi yang sangat besar yakni lebih dari 500 ton/ha. Pada tegakan ini, potensi simpanan karbon terbesar pada gudang karbon vegetasi (pohon) > tanah > nekromasa >serasah > tumbuhan bawah. Potensi tersebut lebih besar dari potensi simpanan karbon pada penutupan lahan alang-alang, hutan sekunder, dan hutan tanaman tua. Besarnya potensi simpanan karbon tersebut dipengaruhi oleh dimensi (diameter) yang besar dan kerapatan jenis yang tinggi. Perubahan penutupan lahan dari lahan alang-alang menjadi jenis ini mampu meningkatkan potensi simpanan karbon > 400%. Berdasarkan hasil penelitian ini, jenis tanaman memegang peranan penting dalam rangka memitigasi perubahan iklim  dan pembangunan hutan tanaman.

 

Kata Kunci : karbon, meranti, iklim, potensi

 

Media Publikasi :

Prosiding Nasional Silvikultur V & Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia IV Silvikultur Untuk Produksi Hutan Lestari dan Rakyat Sejahter, Lambung Mangkurat University Press, 2018

Penulis :

Muhammad Abdul Qirom