Abstrak

Tengkawang   (Shorea   stenoptera           Burck.) atau   Meranti Merah  adalah   anggota   family Dipterocarpacceae yang buahnya menghasilkan minyak nabatiyang berguna sebagai bahan mentah kosmetik, coklat, mentega, sabun dan lilin. Akan tetapi karena tingginya eksploitasi keberadaan jenis tanaman ini masuk kategori rawan dan masuk dalam IUCN Red List Species. Dalam rangka mengkonservasi dan meningkatkan produksi Tengkawang, pengetahuan tentang silvikutur jenis ini haruslah diketahui. Manipulasi lingkungan diperlukan untuk meningkatkan produktivitas  Tengkawang.  Tujuan  ari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  dosis  dan frekuensi penambahan pupuk makro bagi pertumbuhan Tegkawang di persemaian. Rancangan penelitian menggunakan Split Plot dengan 3 dosis (1, 2 and 4 gram per pot) dan 2 frekuensi aplikasi (dua mingguan dan bulanan). Parameter yang diamati selama 4 bulan adalah tinggi, diameter, jumlah daun, daya hidup, nisbah pucuk/akar, biomassa total, Relative Growth Rate, kandungan kimia tanah dan jaringan. Hasil menunjukkan bahwa dosis 4 gram per pot per bulan adalah perlakuan terbaik untuk pertumbuhan Tengkawang di persemaian.

Kata Kunci : hara makro, tengkawang, NPK, persemaian.

Media Publikasi :

Prosiding Nasional Silvikultur V & Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia IV Silvikultur Untuk Produksi Hutan Lestari dan Rakyat Sejahter, Lambung Mangkurat University Press, 2018

Penulis :

Tri Wira Yuwati dan Safinah S. Hakim