BP2LHKBJB 31/08/18. “Kita ganti tas plastik dengan tas purun “ ujar Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc dalam rapat panitia ibadah kurban 1439 H Balai Litbang LHK Banjarbaru. “Sebagai bagian dari UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah selayaknya kita terdepan dalam mengurangi sampah plastik”, lanjut Tjuk.

Memang dari sisi kepraktisan dan harga, tas plastik lebih praktis dan murah, namun dampaknya bagi lingkungan sangat membahayakan, karena sampah plastik sulit untuk terurai. Alternatif penggantinya adalah tas purun, bahannya yang mudah terurai karena berasal dari tumbuhan. Selain itu dengan dijadikan tas purun sebagai pengganti tas plastik turut membantu menghidupkan kerajinan purun di daerah. Apalagi Kota Banjarbaru memiliki icon Kampung Purun, yaitu di Kelurahan Palam, Cempaka, Kota Banjarbaru.

Dari sisi harga, tas purun lebih mahal dari kantong plastik, namun kelebihannya dapat digunakan lagi. Salah seorang Ibu yang menukarkan kupon kurbannya berkomentar, “ wah ini bungkusnya special, bukan kantong plastik, saya bisa pakai lagi buat belanja ke pasar “. “Iya benar sekali Ibu, inilah bentuk kita menjaga lingkungan, dengan tas purun ini kita bersama mengurangi sampah plastik” , ujar panitia kurban memberikan pesan cinta lingkungan kepada Ibu-ibu yang mendapatkan daging kurban.

Sebagai informasi dalam penyelenggaraan Ibadah kurban  1439 H kemaren, Balai Litbang LHK Banjarbaru menyembelih 3 ekor sapi. Diperlukan lebih dari 500 tas purun untuk membagikan daging kurbannya. Tentu bagi satu pengrajin tidak sanggup menyediakan 500 tas purun dalam waktu singkat, sehingga panitia membeli dan juga memesan dari beberapa pengrajin, sehingga harga pun beragam.

Harga satu tas purun berkisar dari Rp. 2.250, – Rp. 3.000,- dan ukurannya pun akhirnya beragam. Beberapa suka yang mungil, memilih ukuran kecil, tapi yang ingin menggunakan kembali untuk berbelanja di pasar, memilih ukuran yang lebih besar.

Dengan semangat berkurban, tidak mengapa mengeluarkan dana lebih besar karena harus membeli tas purun. Setidaknya itulah usaha kecil yang bisa kita lakukan untuk kelestarian lingkungan. Sebagaimana pesan dari Ir. Tjuk Sasmito Hadi “Dengan ibadah kurban ini semoga kita diberi kekuatan untuk berkorban demi kemajuan bangsa dan negara”.

Written by :