Tanggal 6 – 7 September 2018, Eko Priyanto, S.Hut Teknisi Litkayasa Penyelia BP2LHK Banjarbaru, ,  mengikuti kegiatan Seminar Nasional Forum Teknisi Litkayasa BLI – KLHK. Seminar yang bertempat di Aula BP2TPTH Bogor ini merupakan seminar ke-IV yang dilaksanakan sebagai wadah temu ilmiah Teknisi Litkayasa guna meningkatkan kapasitasnya dalam membantu pelaksanaan kegiatan penelitian dan perekayasaan lingkup BLI. Kegiatan ini diadakan melalui kerjasama Balai Litbang Teknologi  Perbenihan Tanaman Hutan (BP2TPTH) Bogor dan Balai Litbang Teknologi  Agroforestri Ciamis.

Pada seminar tersebut  Eko Priyanto, S.Hut menyampaikan 2 (dua) makalah. Pertama “Modifikasi Mesin Pompa Portable Pemadam Kebakaran Hutan dengan Model Pompa Pancing” Makalah ini membahas tentang modifikasi pompa pemadam dengan model pompa pancing pada komponen mesin. Modifikasi tersebut penting karena dapat mempercepat waktu yang diperlukan untuk menyemprotkan air ketika pertama kali digunakan dibandingkan  mesin yang tidak dilengkapi pompa pancing.

Kedua ,“Pengembangan Tanaman Nanas Madu (Ananas comosus L) Sebagai Salah Satu Upaya Pemberdayaan Regu Masyarakat Peduli Api (MPA)” yang banyak membahas tentang tata cara pengembangan tanaman nanas madu (Ananas comosus L) di Tumbang Nusa oleh regu MPA khususnya yang berada di lahan gambut. Tujuan dari pemberdayaan ini agar regu MPA tidak hanya bertugas mengendalikan karhutla saja tetapi juga mampu menjadi lembaga yang mandiri dari segi ekonomi melalui budidaya nanas madu yang dibangun di atas lahan tidur tanah milik desa, jelas Eko.

Lebih lanjut Eko menjelaskan bahwa dari 2 makalah diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa  kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan gambut masih menjadi ancaman sehingga kebijakan pengendalian karhutla berbasis masyarakat lewat pembentukan regu masyarakat peduli api (MPA) dapat menjadi upaya strategis.

Pembinaan dalam bentuk pemberdayaan regu MPA lewat budidaya tanaman nanas madu (Ananas comosus L) dilahan gambut dapat meningkatkan peran serta MPA dalam penanggulangan karhutla.

Modifikasi peralatan seperti mesin pompa pemadam portable dengan model pompa pancing dapat juga melengkapi peralatan regu MPA dalam penanggulangan karhutla karena memudahkan operasional dan efektif dalam bekerja.

Dalam seminar ini juga dilakukan pembekalan tentang jabatan fungsional Teknisi Litkayasa oleh narasumber, Prof. Ris. Dr. Gustan Pari. Gustan Pari menegaskan bahwa posisi Teknisi Litkayasa sebagai bagian yang tak terpisahkan dari peneliti, memiliki peran strategis dalam pencapaian output yang bermanfaat dari BLI seiring dengan tuntutan perkembangan pembangunan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Beliau juga berharap agar para fungsional teknisi terus berkarya dan bersemangat menuntut ilmu pengetahuan secara formal dan informal, ungkap Eko.

Berbagai isu dan permasalahan yang ada di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, sejatinya merupakan peluang dan tantangan yang dapat dieksplorasi oleh insan penelitian termasuk di dalamnya Teknisi Litkayasa. Saat ini Teknisi Litkayasa sudah sangat handal dan teruji dalam hal pengumpulan data, pengolahan data hingga processing data. Teknisi Litkayasa juga sangat menguasai berbagai bidang teknik, mulai dari pembibitan, budidaya, rancang desain hingga analisis usaha, pungkas Eko mengakhiri wawancara seputar kegiatan seminar yang diikutinya

Dari penyelenggaraan seminar ini,  Teknisi Litkayasa diharapkan selalu beradaptasi dengan perubahan birokrasi untuk menangkap peluang dan tantangan sehingga mampu meningkatkan performa sebagai  teknisi KLHK . Teknisi Litkayasa juga diharapkan saling bersinergi dengan berbagai mitra terkait hingga tercapai kesepahaman bersama demi pencapaian output BLI-LHK. Munculnya berbagai inovasi dan gagasan pun selalu dinanti untuk dapat memberikan manfaat dan berdampak nyata bagi para pengguna IPTEK baik lokal, nasional maupun global. #DA

Written by :