BP2LHK_Banjarbaru (Banjarbaru_05102018).  Rabu, 26 September 2018, 18 orang peserta AFoCO dari 5 negara yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Filipina, Singapura dan Korea berkunjung ke KHDTK Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Acara  bertajuk Cross Country Visit (CCV) dari AFoCO-BIPS Project ini mengangkat tema :” Capacity building on the application of landscape approach to support the sustainable natural resources management in Brunei Darusslam, Indonesia, Philippines and Singapore”. Kegiatan ini didasari oleh kondisi lahan gambut di negara-negara Asia Tenggara yang semakin kritis yang berdampak pada kehidupan manusia.

Di Asia Tenggara diperkirakan terdapat sekitar 25 juta hektar lahan gambut yang merupakan 60% dari lahan gambut tropis dunia. 70% dari lahan gambut di Asia Tenggara terdapat di Indonesia, sisanya terdapat di Malaysia,  Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, Myanmar dan Singapura. Dalam proyek AFoCO-BIPS ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas para pemangku, khususnya masyarakat lokal dalam merestorasi lahan gambut. CCV kali ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada para peserta yang berjumlah masing-masing 5 orang dari Brunei, Filipina, dan Singapura terutama dalam mengelola hutan rawa gambut di Indonesia.

Rombongan CCV dari AFoCO-BIPS Project didampingi Project Coordinator AFoCO dari Puslitbanghutan Ir. Agustinus Tampubolon, MSc. Sambil memasuki areal KHDTK Tumbang Nusa, Agustinus menjelaskan kepada peserta kondisi dan vegetasi yang ada di areal KHDTK Tumbang Nusa yang merupakan lahan gambut.  “Areal ini tahun 2015 terbakar dan jenis tanaman yang kita lewati merupakan tanaman dari Program Repeat (Rehabilitasi of Peatland) yang diinisiasi oleh Balai Litbang LHK Banjarbaru”, terang Agustinus.

Balai Litbang LHK Banjarbaru sebagai tuan rumah, memfasilitasi narasumber untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan pengelolaan hutan rawa gambut, pemilihan lokasi restorasi, hasil-hasil dan tantangannya. Selanjutnya dilakukan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang dipandu oleh Triwira Yuwati, S.Hut, M.Sc dari Balai Litbang LHK Banjarbaru.

Acara kunjungan ini dirangkai dengan launching rehab DAS dan RHL, didahului dengan pengalungan bunga terhadap perwakilan peserta CCV dan pejabat yang hadir. Mewakili Bapak Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Prof. Riset Pratiwi dari Puslitbang Hutan menyampaikan sambutannya “Pertama saya mengucapkan selamat datang pada peserta CCV dari AFoCO-BIPS Project dan  mohon maaf karena Bapak Kepala Badan tidak dapat hadir dalam acara ini “, sambut Pratiwi. Kami sangat mendukung kegiatan AFoCO-BIPS Project. Saatnya kita bekerja merestorasi lahan gambut tanpa melupakan peningkatan kesejahteraan masyarakat, lanjut Prof. Riset Pratiwi.

Setelah acara pembukaan, peserta mengunjungi plot demonstrasi AFoCO-BIPS yang telah dibangun oleh AFoCO bekerjasama Litbang Banjarbaru di KHDTK Tumbang Nusa. Para peserta selanjutnya menanam  memorial trees bersama para pejabat yang hadir.

Setelah istirahat siang di camp KHDTK Tumbang Nusa, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film profil KHDTK Tumbang Nusa , kemudian mengunjungi  Taman Jelutung serta plot regenerasi alam di areal yang tidak terbakar untuk melihat suksesi dan keanekaragaman hayati yang ada di KHDTK.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti kunjungan ini. Terbukti  pada akhir acara peserta diminta kesan dan pesannya dengan menuliskan testimoni terhadap kegiatan di KHDTK Tumbang Nusa. “Saya sangat terkesan proyek lahan gambut AFoCO di Indonesia dilaksanakan dengan baik”, ujar Sung Ho choi, Program Officer AFoCO.  “Tumbang Nusa merupakan salah satu contoh miniatur pelestarian gambut Indonesia, perlu dicontoh KHDTK-KHDTK yang lain”, tulis Prof. Pratiwi dalam testimoninya. Satu lagi testimoni peserta dari Singapura, “Its amazing to see what 20 years of hard work can do for a forest. Keep up the good work”.

Acara Cross Country Visit (CCV) dari AFoCO-BIPS Project ini dirangkai dengan launching pembuatan tanaman rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) serta rehab DAS yang dilaksanakan di KHDTK Tumbang Nusa, yang merupakan kerjasama antara BPDAS Kahayan dan BP2LHK Banjarbaru. Hadir dalam acara launching RHL dan Rehab DAS adalah Direktur Konservasi Tanah dan Air (KTA) Dr. Ir. Muhammad Firman, M.For.Sc yang mewakili Bapak Dirjen PDASHL.

Written by :