BP2LHK_Banjarbaru (Banjarbaru_25102018). Pada hari Rabu, 24 Oktober 2018 bertempat di aula Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (BP2LHK) Banjarbaru dilaksanakan pembinaan kepegawaian  yang dihadiri oleh semua staf.  Menjadi narasumber adalah Ani  Susilawati, SP, M.Sc dari Balai Penelitian  Pertanian Lahan Rawa (Balitra) Banjarbaru. Ani  adalah seorang peneliti madya bidang kepakaran kesuburan tanah, namun  beliau juga aktif membantu dalam bidang kepegawaian dan administrasi umum. “Saya sedikit sharing ya terkait pengaplikasian e-kinerja dan e- peneliti di balai kami”, ujar Ani.

Dalam pemaparannya, ibu Ani menjelaskan tentang  Penerapan dan Pelaksaan Jabatan Fungsional Peneliti, Teknisi  Litkayasa dan  Fungsional umum. Selain itu beliau juga memberikan contoh form e-peneliti dan e-kinerja yang diterapkan di Balittra Banjarbaru.

Materi yang disampaikan oleh bu Ani mendapat banyak perhatian dari pegawai, terlihat dari banyaknya diskusi yang terjadi. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian bagi semua pegawai adalah : pada awal tahun setiap Pejabat Fungsional, Struktural dan fungsional umum  wajib menyusun SKP yang akan dilaksanakan dalam 1 (satu) tahun berjalan. Untuk fungsional peneliti penilaian SKP berasal dari kegiatan jabatan fungsional  sesuai Permenpan dimana target angka kredit minimal dalam SKP per tahun adalah kebutuhan angka kredit untuk kenaikan jenjang/jabatan dibagi 4 (sesuai perka lipi No.18 tahun 2018).

SKP dibuat berdasarkan pada tingkat kesulitan dan syarat kompetensi untuk masing-masing jenjang jabatan.   Setiap jenjang jabatan memiliki standar kompetensi, target dan nilai minimal SKP yang berbeda-beda. Misalnya :  Seorang peneliti muda harus menguasai dasar keilmuan sesuai bidang kepakaran melalui tahapan mengidentifikasi masalah, melakukan penelusuran informasi ilmiah, mencari solusi atas masalah, menganalisis hasil, dan menyampaikan hasil yang menjadi topik kegiatan pada tingkat pemula dengan nilai taget 25/tahun dan nilai minimal 15/tahun. Berbeda dengan peneliti madya yang diharuskan menguasai dasar keilmuan sesuai bidang kepakaran melalui tahapan mengidentifikasi masalah, melakukan penelusuran informasi ilmiah, mencari solusi atas masalah, menganalisis hasil, dan menyampaikan hasil yang menjadi topik kegiatan pada tingkat menengah dengan nilai target 37,5/tahun dan nilai minimal 25/tahun.

Untuk penyegaran, pembinaan kepegawaian  perlu dilakukan secara berkala, baik terkait pemaparan peraturan baru ataupun pemberian motivasi untuk peningkatan kinerja pegawai. Dengan adanya peraturan terbaru terkait penerapan e-kinerja, diharapkan kinerja pegawai akan meningkat *** (JND).

Written by :