The effect of Arbuscular Mycorrhiza Innoculation on The Growth of Gerunggang (Cratoxylon arborescens) In The Nursery

Abstract

Gerunggang (Cratoxylon arborescens) is a potential peat swamp species to be developed as alternative pulp material. However, plantation on the degraded peat swamp forest are facing constraints such as acidic soil reaction. Thus, planting gerunggang on degraded peat swamp forest resulted in low survival rate and slow plant’s growth. Soil microbe such as arbuscular mycorrhiza has potential to increase plant’s growth and protecting plants from critical growth condition. Nevertheless, this potential has not been explored further. The objective of this research is to analyze the growth performance of gerunggang after inoculated with indigenous arbuscular mycorrhiza spores in the nursery. The arbuscular mycorrhiza spores were collected from degraded peat swamp forest of Central Kalimantan. The design arranged in this study was complete randomized (CRD) with 5 treatments (Control, Glomus sp.1, Glomus sp.2, Glomus sp.5 and Gigaspora sp.4.) and 50 replications. The number of seedling tested were 250. The result showed that arbuscular mycorrhiza innoculation was significant for gerunggang on the height growth(F4,303=5,767; p=0,00<0,05),number of leaves (F4,303=3,475;p=0,009<0,05)and root colonization (F4,10=7,619;p=0,004<0,05)with age of 3 months under nursery condition.

 

Keywords : microbe;arbuscular mycorrhiza;gerunggang;peat swamp forest;Central Kalimantan

 

ABSTRAK

Gerunggang (Cratoxylon arborescens) adalah jenis hutan rawa gambut yang potensial yang dapat dikembangkan sebagai alternatif bahan pulp. Akan tetapi pembangunan tanaman di lahan gambut bekas terbakar mengalami kesulitan yang salah satunya berhubungan dengan keasaman tanah gambut. Tanaman gerunggang pada lahan gambut paska terbakar biasanya memiliki daya hidup yang rendah dan pertumbuhan tanaman yang lambat. Mikroba tanah seperti mikoriza arbuskula memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari kondisi yang kurang menguntungkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penampilan pertumbuhan gerunggang setelah diinokulasi dengan spora mikoriza arbuskula asli gambut di persemaian. Spora mikoriza arbuskula yang dipakai pada penelitian ini diisolasi dari hutan rawa gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu Kontrol, Glomus sp.1, Glomus sp.2, Glomus sp.5 dan Gigaspora sp.4.) dan 50 ulangan. Total unit perlakuan terdapat 250 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza arbuskula berbeda nyata untuk pertumbuhan tinggi gerunggang (F4,303=5,767; p=0,00<0,05),jumlah daun (F4,303=3,475;p=0,009<0,05)dan kolonisasi akar (F4,10=7,619;p=0,004<0,05) pada umur 3 bulan di persemaian.

Kata Kunci : mikroba; Mikoriza arbuskula; gerunggang; hutan rawa gambut; Kalimantan Tengah

Media Publikasi :

Jurnal Hutan Tropis Volume 6 No.2  Juli 2018.

Penulis :

Tri Wira Yuwati, Safinah Surya Hakim dan Dewi Alimah