BP2LHK_Banjarbaru (Banjarbaru_08112018). Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru kembali menorehkan sejarah baru. Salah satu peneliti BP2LHK Banjarbaru,  DR. Drs. Acep Akbar,. MP. Rabu, 7 November 2018 dikukuhkan sebagai Profesor Riset bidang keilmuan kebakaran hutan. Bertempat di Ruang Auditorium DR. Soejarwo, Gedung Manggala Bakti, Jakarta, acara berlangsung khidmat. “Perjuangan yang panjang akhirnya membuahkan hasil”, ungkap Acep terharu.

Acara ini dihadiri oleh : Mentri KLHK  DR. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc , Kepala LIPI Bapak DR. Laksana Tri Handoko, M.Sc , Para Prof Riset Lingkup KLHK, Pejabat Esselon I Lingkup KLHK, Pejabat Esselon II BLI dan Pejabat esselon III Lingkup BLI. Selain itu acara ini dihadiri juga oleh peneliti dan teknisi lingkup BLI.  Acara sidang dipimpin oleh wakil ketua LIPI Prof.Dr.Ir.Bambang Subiyanto,M.Agr. dan sebagai sekretaris pengukuhan Prof. Dr. Ir.Nina Mindawati, M.Si.  Dalam acara sidang ini kandidat profesor riset berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah  dengan waktu 25 menit.

DR. Acep Akbar adalah salah satu Peneliti Utama di BP2LHK BAnjarbaru yang telah menggeluti dunia penelitian selama 34 tahun. DR. Acep Akbar dikukuhkan sebagai Profesor Riset berdasarkan Keputusan Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 11/A/2018 tanggal 23 Oktober 2018 tentang Pembentukan Majelis Pengukuhan Profesor Riset dan yang bersangkutan dapat melakukan pidato pengukuhan Profesor Riset.  Orasi ilmiah DR. Acep Akbar berjudul “Pencegahan Kebakaran Hutan Melalui Penerapan Teknik Silvikultur Tepat Guna dalam Mengelola Hutan Tanaman. DR. DR. Acep Akbar adalah Profesor Riset ke 12  pada BLI dan BP2LHK  Banjarbaru adalah Balai Eselon III BLI pertama yang memiliki Profesor Riset.

Dalam orasinya, DR. Acep Akbar menyampaikan bahwa kebakaran menjadi salah satu ancaman serius terhadap hutan dan lahan di Indonesia. Kebakaran hutan telah berlangsung sejak zaman penjajahan dan berlangsung setiap tahun khususnya musim kemarau.

Strategi pencegahan yang bisa dilakukan adalah  pembukaan lahan tanpa bakar yang ditujukan tidak hanya kepada masyarakat tradional, namun semua pihak pengguna api dan teknik silvikultur tepat guna. Selama proses pendidikan belum diadopsi oleh masyarakat pengguna api, maka aplikasi teknik silvikultur tepat guna oleh perusahaan pembangunan hutan yang mengarah kepada minimalisir hazard berupa bahan bakar halus (fine fuel) di bawah tegakan hutan merupakan tindakan paling efektif.

Lebih lanjut, DR. Acep Akbar menyampaikan teknik silvikultur tepat guna sangat potensial dijadikan salah satu strategi kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan oleh pemerintah dalam mendisiplinkan perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan pembangunan tanaman hutan yang dilengkapi dengan manipulasi lingkungan dan sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

Pengukuhan Profesor Riset langsung dilakukan oleh Ketua Majelis Pengukuhan, wakil ketua LIPI Prof.Dr.Ir.Bambang Subiyanto, M.Agr. Ucapan selamat secara langsung diucapkan oleh Ketua Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia, DR. Laksana Tri Handoko, M.Sc  dan  Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Ibu Siti Nurbaya.

Dalam sambutannya, DR. Laksana Tri Handoko menyampaikan ucapan selamat kepada Acep Akbar dan serta BLI pada umumnya yang  mendorong riset dan  litbang di Indonesia.

“ Menjadi Prof. riset adalah puncak karier seorang peneliti. Namun hal ini bukalan akhir dari karier sebagai penelti tetapi awal untuk melakukan risert yang lebih berkualitas dan melakukan regenerasi peneliti-peneliti muda di masa yang akan datang, khususnya di Balai Litbang Inovasi”, demikian pesan dri DR. Laksana Tri Handoko.

 

Sementara Ibu DR. Siti Nurbaya dalam sambutannya menyampaikan “ Litbang memiliki peranan penting dalam peradaan manusia dan tulang punggung kemajuan suatu bangsa, tulang punggung kemajuan di semua bidang, tidak terlewati Kementerian LHK”

 

Selain DR. Acep Akbar, dalam acara tersebut, juga dilakukan pengukuhan profesor riset bidang Biodeteriorasi  dan Pengawetan Lignoselulosa  Bapak DR. Djarwanto  dengan orasi yang berjudul “Jamur Pelapuk Kayu dan  Pelestarian Sumber Daya Hutan”. Bapak Djarwanto adalah salah satu peneliti utama di Puslitbang Hasil Hutan, Bogor.

 

Selamat kepada Prof. Riset Acep Akbar

“Selamat Bekerja dan Berkarya, Indonesia dan dunia menunggu karya anda”

*** (JND).

Written by :