BP2LHKBJB. Banjarbaru 12122018. Tumbangnusa, 6-7 Desember 2018 telah dilaksanakan Pelatihan Pemuda Peduli Gambut. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Balai Litbang LHK Banjarbaru dan Badan Restorasi Gambut (BRG). Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah  para mahasiswa pencinta Alam (MAPALA) dari beberapa Universitas di kota Palangkaraya.  Ada 26 orang mahasiswa yang terdiri dari 7 perempuan dan 19 orang laki-laki.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc  yang sekaligus meresmikan “Camp Peat “. Para peserta pelatihan ini yang pertama kali berkemah di KHDTK Tumbang Nusa. Jadi “Camp Peat” adalah lokasi perkemahan di dalam KHDTK Tumbang Nusa. Camp Peat ini dibangun diatas lahan gambut yang sewaktu-waktu dapat tergenang, jadi dibuatkan lantai panggung yang diatasnya dapat diletakkan kemah-kemah untuk ber “camping”.

Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Jaga Gambut Kita, Gambut Jaga Kita”. Tema tersebut sekaligus menjadi yel-yel para peserta.  Dalam sambutannya Tjuk berpesan “ Kalian lah para calon kader peduli gambut, sekaligus sebagai pelopor generasi milenial yang mampu menjaga dan melestarikan hutan rawa gambut”, pungkas Tjuk.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari diawali dengan penyampaikan materi terkait Mengenal Gambut oleh Dr. Ahmad Kurnain selaku tim ahli dari BRG. Dilanjutkan dengan teknik pembibitan oleh Rusmana S.Hut Peneliti Silvikultur BP2LHK Banjarbaru. Yang tak kalah penting informasi terkait pengendalian kebakaran hutan di lahan gambut oleh Prof. Acep Akbar ahli, peneliti utama di bidang kebakaran hutan.

Sebelum istirahat siang Purwanto Budi Santosa, S.Hut, MSc selaku pengelola KHDTK Tumbang Nusa sekaligus ketua panitia Pelatihan Pemuda Peduli Gambut mengajak semua peserta menyanyikan lagu “Mars kader peduli gambut “.  Dilanjutkan dengan pengenalan KHDTK Tumbang Nusa.

Cuaca yang mendung membuat para peserta tetap betah mendengarkan pemaparan dari Dr. Dony Rachmanadi.  Dony adalah Ketua tim penelitian BRG dari BP2LHK Banjarbaru  menyampaikan terkait rehabilitasi gambut dengan prinsip 3R, Rewetting, Revegetation dan Revitalization.  Dilanjutkan dengan mengenal satwa yang ada di KHDTK Tumbang nusa dan perannya dalam mempercepat proses regenerasi di alam, yang disampaikan oleh  Beny Rahmanto peneliti muda BP2LHK Banjarbaru.

Materi terakhir terkait  publikasi mileneal melalui Vlog,FB dan IG yang disampaikan oleh Dionisius Reynaldo T,wartawan Kompas wilayah Kalimantan Tengah. Materi ini berlanjut sampai malam dan diisi dengan acara  santai dan game untuk menjalin keakraban diantara mereka.

Untuk hari kedua, para pserta diajak hunting obyek foto dan video terkait flora & Fauna di KHDTK Tumbang Nusa. Diakhir acara semua peserta wajib mempresentasikan foto dan video mereka dan langsung diupload dan ditag ke akun FB dan IG KHDTK Tumbang Nusa dan Balai Litbang LHK Banjarbaru.

Selanjutnya semua peserta  “ngerepeat” atau menanam secara sukarela di lahan gambut. Di tengah kondisi yang hujan dan panas , semua peserta tetap semangat berjibaku ditengah rawa gambut yang tak jarang ada yang terperosok.  A

khir acara ditutup secara resmi dan dibagikannya sertifikat kepada semua peserta, dilanjutkan dengan foto bersama. Merehabilitasi lahan gambut memang memerlukan waktu yang panjang, dan yang terpenting adalah terus mencetak kader yang tetap peduli merehabilitasi lahan gambut. Harapannya kader yang telah mengikuti pelatihan juga dapat menularkan kepada mahasiswa yang lain untuk peduli terhadap gambut.

Written by :