BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru,10/01/2019). Sebagai bentuk konsistensi dalam mengurangi sampah plastik,  Balai Litbang LHK Banjarbaru meminimalisir penggunaan minuman kemasan untuk segala kegiatan yang dilakukan di lingkungan kantor.

“Sebagai institusi yang berada di bawah payung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kita harus menjadi pioneer untuk gerakan pengurangan sampah dan mengkampanyekan gaya hidup yang ramah lingkungan”, ujar Tjuk Sasmito Hadi selaku Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru saat mengkampanyekan gerakan pengurangan sampah di lingkungan kantor Litbang LHK Banjarbaru.

Gerakan pengurangan sampah plastik ini sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2018 dan hingga kini masih terus konsisiten dilakukan. Sebagai salah satu contoh, litbang LHK Banjarbaru menggunakan wadah purun, yakni sejenis anyaman dari tanaman rawa, sebagai substitusi kantong plastik saat pembagian hewan kurban.

Perlu proses yang tidak instan untuk mengubah kebiasaan karyawan. Pada tiga bulan pertama, masih banyak karyawan yang lupa membawa botol isi ulang (tumbler). Namun, saat ini hampir sudah menjadi kebiasaan karyawan/karyawati Litbang LHK Banjarbaru untuk membawa tumbler saat mengikuti rapat.

 Tak hanya pembatasan minuman dalam kemasan, pembatasan juga diberlakukan untuk wadah makanan (kardus). Sebagai konsekuensi pembatasan sampah tersebut, setiap karyawan membawa botol minuman sendiri (Tumbler) saat rapat dan disediakan dispenser di ruang rapat. Selain itu, snack yang biasanya disuguhkan dalam kotak sekarang disajikan dalam nampan.

Untuk kegiatan rapat yang menghadirkan tamu dari luar, masing-masing disuguhi minuman di gelas kaca yang bisa dicuci kembali. Namun sebagian dari tamu yang hadir memang sudah terbiasa, terbukti mereka membawa tumbler sendiri untuk tambahan.  Terutama waktu BP2LHK Banjarbaru menjadi tuan rumah kegiatan training penulisan ilmiah dari ACIAR. Para tamu dari luar negeri, sudah terbiasa menggunakan tumbler masing-masing , jadi cukup dengan menyediakan air mineral dan  dispenser. Mereka pun melayani dirinya masing-masing (self service)

Sebagai informasi, sampah plastik dari botol kemasan merupakan penyumbang terbesar sampah plastik. Dibandingkan dengan sampah plastik lainnya, botol plastik perlu sekitar 450 tahun untuk terurai. Dalam satu tahun, terdapat sekitar 8 juta ton sampah plastik terbuang di laut. Gerakan pengurangan sampah botol kemasan merupakan gerakan signifikan sebgai upaya menjaga bumi kita (saf)***.

Written by :