BP2LHK Banjarbaru,(Banjarbaru 21/01/19).  Mendukung gerakan diet kantong plastik, Pusat Litbang Hutan dan Balai Litbang LHK Banjarbaru berinovasi mengganti polybag untuk pembuatan bibit jenis rawa gambut dengan menggunakan purun tikus (Eleocharis dulcis).

Pada kegiatan penelitian bersama  di tahun 2019 yakni “Application of mycorrhizal fungi for restoration ecosystem of degraded tropical peat swamp forests in Indonesia”,  Maman Turjaman, peneliti Utama dari Pusat Litbang Hutan  Bogor mengatakan,” teknologi aplikasi mikoriza yang ramah lingkungan perlu dibarengi dengan cara-cara pembuatan bibit yang ramah lingkungan.

Dalam penelitian ini,  tidak menggunakan polybag plastik lagi, melainkan kita ganti dengan purun. Bedeng-bedeng sapih di persemaian menggunakan atap dari daun rumbia (Metroxylon sp.) . Untuk pembibitan tanaman, diaplikasikan mikoriza yang merupakan mikroba alam yang berasosiasi dengan perakaran tanaman. Demikian disampaikan Maman, peneliti senior mikoriza di Pusat Litbang Hutan Bogor.

Sementara itu, Purwanto, tim peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengatakan “Penggunaan polybag purun tikus ini sekaligus memberdayakan  masyarakat sebagai pengrajin lokal.  Biasanya para pengrajin hanya mengerjakan pesanan berupa tas, dompet, tikar, topi,dan lain-lain. Dengan membuat polybag purun ini ada variasi model dan tambahan pesanan yang bisa dikerjakan dan tentunya menambah pemasukan mereka.

“Sebelum dikerjakan dalam skala besar,  dicoba dulu membuat polybag yang sesuai kita perlukan.  Dengan menggunakan polybag purun ini, maka bibit ditanam di lapangan langsung dengan polybagnya, sehingga tidak meninggalkan sampah di lapangan. Dari informasi yang dikumpulkan diketahui bahwa dalam 1 kg polybag plastik  yang digunakan terdapat 462 lembar.  Jika dalam 1 hektar terdiri dari 1.100 tanaman, berarti kita sudah mengurangi limbah sampah plastik  polybag kurang lebih 2,4 kg, jelas Purwanto.

Apalagi bibit ini akan ditanam Iahan gambut, yang terdiri dari bahan organik.  Maka penggantian polybag plastik untuk kegiatan penanaman / restorasi lahan gambut sangat baik. Ironi jika di satu sisi tujuan kita menanam untuk memperbaiki lahan gambut, disisi lain meninggalkan sampah dan mencemari gambut. Rencananya akan ditanam 10 Hektar pada kegiatan penelitian ini, , sehingga akan mengurangi limbah plastik sebanyak 2,4 kg, pungkas Purwanto saat di temui di ruang kerjanya.

Harapannya  model penggunaan polybag purun ini dapat menjadi salah solusi dan  dapat diterapkan dalam upaya pengurangan sampah plastik di hutan rawa gambut khususnya dan kegiatan penanaman untuk perbaikan hutan pada umumnya.(PBS)

Written by :