BP2LHKBJB 01/02/2019. 29-30 Januari 2019, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru (BP2LHK Banjarbaru) melaksanakan kegiatan “Pembahasan Rencana Kerja Tahun 2019” di Ruang rapat BP2LHK Banjarbaru.

Kegiatan ini  meliputi Pembahasan Rencana Operasional Penelitian (ROPt), Rencana Operasional Pengembangan (ROPg), Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) sebagai persiapan pelaksanaan kegiatan litbang dan nonlitbang tahun 2019. Tjuk Sasmito Hadi, Kepala BP2LHK Banjarbaru menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal kegiatan yang rutin dilaksanakan untuk menjaring masukan dan arahan kerja balai tahun 2019 agar nantinya dapat memenuhi tujuan dan  target yang akan dicapai dengan lebih baik.

“Sharing hasil IPTEK harus kita tingkatkan , saya berharap kita dapat menghasilkan hasil-hasil riset yang inspiratif dan bermanfaat. Walaupun Pagu anggaran BLI semakin lama semakin menurun, tetapi kita tidak berkecil hati. Manfaatkan anggaran riset dari sumber-sumber lain, contoh dari APBD melalui kegiatan KPH, dan kerjasama lainnya”, jelas Tjuk dalam sambutannya.

Ada yang spesial dari acara yang bertempat di Ruang Pertemuan BP2LHK Banjarbaru ini, yaitu hadirnya Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Hanif Faisol N, S. Hut, MP. Disela kesibukannya, Beliau menyempatkan hadir untuk memberikan masukkan sekaligus tantangan bagi BP2LHK Banjarbaru dalam menentukan grand design pembangunan sektor kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saat ini Kehutanan Kalsel mendorong hasil pada aspek jasa (ekowisata), sambil menunggu hasil kayu yang belum siap. Jadi Kalsel diarahkan menjadi destinasi wisata baru selain Bali dan Pulau lainnya”, ujar Hanif dalam sambutannya.

 Litbang kami harapkan  dapat berperan diaspek-aspek tersebut. Kita gotong royong membangun hutan di Kalsel sesuai dengan tupoksinya masing-masing, jika pembangunan hutan dilakukan oleh Litbang maka harapannya user tidak akan ada lagi pertanyaan, tentunya Dishut yang melaksanakan hasil-hasil Litbang, lanjut Hanif.

Harus ada sinergi antar instansi dalam pembangunan kehutanan di Kalsel, terkait dana akan kita pikirkan bersama, jangan berkecil hati, kami siap mendanai, pungkas Hanif.

Acara dilajutkan dengan pembahasan ROPt dan ROPg  dengan pemaparan judul kegiatan oleh masing-masing pelaksana kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kritik dan saran dari pembahas eksternal sesuai kepakaran bidangnya, masukan dan saran dari peserta rapat, dan dari Kepala Balai sebagai penutup sesi acara.

Telah dibahas 3 (tiga) judul kegiatan ROPt dan ROPg, yaitu “Pembangunan Demplot Paludikultur Berbasis Aplikasi Produk Mikroba”, “Evaluasi Plot Uji Provenans Untuk Mendukung Pembangunan Sumber Benih Nyawai”, dan “Pengembangan Tanaman Penghasil Gaharu Sebagai Obat Herbal Terstandar”.

Selaku pembahas  eksternal hadir Prof. (Riset) Dr. Ir. Masganti, MS, peneliti senior dari Balai Penelitian Tanaman Rawa (Balitra) Banjarbaru dengan bidang kepakaran kesuburan tanah dan biologi tanah . Banyak masukan dan ilmu  yang beliau berikan khususnya untuk membahas kegiatan ROPt dan ROPg yang berkaitan dengan lahan gambut.

Pembahas dan narasumber kedua berasal dari kalangan akademisi, Dr. Drs. Eko Suhartono, M. Si, Dosen Fakultas Kedokteran ULM dihadirkan khusus untuk membahas kegiatan penelitian terkait dengan uji klinis tanaman gaharu sebagai obat herbal terstandar.

Sebagi informasi pembahasan di hari pertama ini  dihadiri oleh seluruh pegawai BP2LHK Banjarbaru yang meliputi Pejabat Struktural, ketua Kelompok Peneliti, peneliti dan teknisi serta para pelaksana kegiatan. Turut hadir sebagai tamu undangan, perwakilan dari BPDAS HL Barito, BPHP Wilayah IX Banjarbaru,  BPKH Wil V Banjarbaru dan Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan.

Di hari kedua  telah dibahas 13 (tiga belas) RPK yang disampaikan pada kegiatan nonpenelitian atau penunjang yang dilaksanakan terkait kegiatan di Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Program dan Evaluasi, Seksi Data Informasi dan Kerjasama serta Sarana Penelitian, termasuk didalamnya pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa, KHDTK Riam Kiwa, KHDTK Kintap, dan KHDTK Rantau.  (**DA)

Written by :