BP2LHKBJB 11/02/2019. Senin, 11 Februari 2019 , Marinus Kristiadi Harun, S.Hut, MSi peneliti Muda Balai Litbang LHK Banjarbaru tampil dalam program Inovasi Petani di TVRI Kalimantan Tengah.  Marinus menjelaskan tentang pengolahan lahan gambut tanpa bakar.

Wawancara telah dilakukan tanggal 4 Februari 2019. Tim dari TVRI Kalteng  langsung menemui Marinus di Desa Kalampangan, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Marinus mempraktekkan langsung bagaimana pengolahan lahan gambut tanpa bakar. Caranya adalah dengan mengolah bahan organik seperti gulma yang banyak ditemui di lahan gambut yang belum terbuka, menjadi media tanam, kompos, pellet pakan dan pellet energi.

Dalam liputan yang dilakukan, Marinus langsung mempraktekkan pembuatan kompos. dengan cara mengumpulkan bahan organik dan langsung dimasukkan dan diolah di mesin penghancur, dan berikutnya diolah menjadi kompos.  Berikutnya dapat digunakan sebagai media tanam bagi petani.

Dalam sesi wawancara Marinus menjelaskan bahwa Kalampangan merupakan Kelurahan yang berada di atas kubah Gambut Kesatuan Hidrologis Gambut Kahayan-Sebangau. Secara teori kawasan Kubah gambut merupakan kawasan lindung yang harus dikonservasi, namun kondisi sekarang menjadi pemukiman dan pertanian produktif. Hal ini perlu dicarikan solusi. Salah satunya adalah Pertanian terpadu tanpa bakar  dan  tanpa limbah.

“Balai Litbang LKH Banjarbaru sejak tahun 2004 telah bermitra dengan petani setempat untuk mengembangkan model model agroforestry sebagai bentuk pertanian terpadu tanpa bakar dan  tanpa limbah. Khusus untuk model penyiapan lahan tanpa bakar kami mengolah bahan organik yang biasa dibakar menjadi produk bernilai ekonomi, yakni menjadi media tanam, kompos, pelet pakan dan Pelet Energi, jelas Marinus

Saat ini kami mengajak kerjasama 3 orang  Petani Di Kalampangan  untuk bekerjasama, yaitu Tamannurudin, Anwar dan Sutikno.  Dari mereka bertiga harapannya akan menjadi contoh bagi petani yang lain di Kalampangan untuk melakukan hal yang serupa, jelas Marinus lebih lanjut.

Ditanya terkait bagaimana hasil dari praktek tersebut bagi petani, Marinus menjelaskan bahwa petani sangat terbantu, dan dapat mengurangi biaya pembelian pupuk dan tanaman mereka tumbuh dengan baik.

Sebagai Informasi Marinus Kristiadi Harun, S.Hut, MSi adalah peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru dengan bidang kepakaran agroforestry. Sejak awal menjadi peneliti, Marinus sudah konsen pada penelitian agroforestry khususnya di lahan gambut. Marinus telah membuat buku berjudul Agroforestry berbasis jelutung rawa, solusi sosial, ekonomi dan lingkungan pengelolaan lahan gambut.  

Written by :