Gigantothrips elegans merupakan salah satu jenis hama yang menyerang daun tanaman Nyawai yang potensial sehingga harus diwaspadai. Hama ini termasuk dalam ordo Thysanoptera atau sering dikenal dengan sebutan Thrips “kelompok kutu daun”.  Penelitian Beny Rahmanto dan Fajar Lestari menunjukkan bahwa   pada bulan Juni 2018, tanaman Nyawai umur 2 tahun koleksi Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru diserang hama Gigantothrips elegans.  Hasil penelitian ini disampaikan pada Seminar Nasional Silvikultur VI dan Kongres Masyarakat Silvikultur Indonesia V yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan, Universitas Halu Oleo.

“ Hama ini beraktifitas merusak di permukaan bawah daun, ujar Beny Rahmanto, Peneliti Muda Balai Litbang LHK Banjarbaru dengan bidang kepakaran perlindungan hutan. Lebih lanjut Beny mengungkapkan “ Serangga hama ini merusak lapisan terluar (epidermis) daun melalui aktivitas makannya, berikutnya daun akan menguning dan lama kelamaan mengering membentuk titik-titik serangan dengan pola tidak beraturan”. Terjawablah tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis hama dan karakteristik serangannya, ujar Beny.

Beny melakukan pengamatan terhadap hama ini bersama dengan rekan kerjanya , Fajar Lestari  Peneliti Muda Balai Litbang LHK Banjarbaru dengan bidang kepakaran yang sama yakni perlindungan hutan. “Pengamatan hama kami lakukan  dengan metode observasi di persemaian. Ada  8 buah plot , yang  masing-masing plot terdiri dari 25 tanaman”, ujar Fajar.  “Parameter pengamatan meliputi tanda kerusakan dan bentuk kerusakan akibat aktivitas hama, sampel hama, jumlah tanaman yang diserang, persentase dan intensitas serangan, jelas Fajar lebih lanjut.

Tinggi rendahnya kerusakan tanaman akibat adanya serangan hama di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya jenis hama yang menyerang, persentase tanaman yang diserang serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan hama.

“ Koleksi tanaman Nyawai di persemaian Balitbang  LHK Banjarbaru yang di serang hama G. elegans termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase serangan sebesar 98,4%. Sedangkan rata-rata kerusakan daun yang ditimbulkan pada 8 plot pengamatan sebesar 55,72%. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus terutama apabila hama ini juga menyerang tanaman yang telah di tanam di lapangan, jelas Beny.

“ Hama G. elegans menyerang tanaman secara berkoloni menempel dan melakukan aktivitas makan pada permukaan bawah daun . Akibatnya pada permukaan atas daun muncul bercak – bercak  berwarna kuning sampai dengan kuning kecoklatan . Pada awalnya bercak yang ditimbulkan tampak tipis namun lama kelamaan semakin menebal dan berwarna coklat tua sampai hitam, ungkap Fajar melanjutkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Gigantothrips elegans sangat potensial sebagai hama yang menyerang  jenis Nyawai di persemaian sehingga upaya pengendalian hama ini harus segera dilakukan.

Written by :