Herpetofauna adalah istilah untuk binatang melata terdiri dari amfibi dan reptil.  Pada Desember 2018, Beny Rahmanto dan Susy Andriani peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru melaksanakan pengamatan jenis-jenis Herpetofauna di KHDTK Tumbang Nusa. Pengamatan dilakukan pada malam hari karena umumnya jenis-jenis herpetofauna lebih aktif pada malam hari (nokturnal). 

Beny & Susy menemukan jenis-jenis Herpetofauna yang terdiri dari jenis-jenis katak, ular, kadal, dan tokek.  Katak yang ditemukan terdiri dari: katak coklat hutan kerangas (Hylarana baramica), katak berkelenjar (Hylarana glandulosa), katak pemakan kepiting (Fajervarya cancrifora),  katak rawa yang lebih kecil (Lymnonectes paramacrodon), katak pohon Colletti (Polypedates colletti), dan Occidozyga laevis

Hylarana baramica ditemukan melimpah, jenis ini memiliki bentuk tubuh yang kecil-sedang dengan suara yang nyaring, cepat, seri berulang dengan intensitas yang intensif”, ujar Susy  “Kadang bentuk wujudnya tidak terlihat, tapi suaranya terdengar sangat ramai”, lanjut Susy. 

Hylarana glandulosa masih satu genus dengan Hylarana baramica, namun jenis ini pada fase berudu memiliki kelenjar racun di antara kedua matanya yang berguna untuk menghadapai pemangsa seperti ikan haruan dan papuyu yang juga hidup pada habitat yang sama dengannya”, Beny ikut menjelaskan.

Hutan rawa gambut dengan lantai basah tergenang juga menjadi habitat Fajervarya cancrifora.  Jenis ini hidup dengan nyaman dengan banyaknya kepiting kecil yang menjadi makanannya. Selain dapat ditemukan di rawa gambut, Fajervarya cancrifora juga dapat hidup di mangrove dan pantai.  Jenis ini merupakan satu-satunya jenis katak Kalimantan yang tahan terhadap kondisi salinitas tinggi, lanjut Beny. 

Lymnonectes paramacrodon adalah katak yang memiliki kaki belakang yang berotot.  Sedangkan Polypedates colletti adalah satu-satunya jenis katak pohon yang ditemukan di KHDTK Tumbang Nusa.  Jenis ini hidup pada batang-batang pohon dan akan turun ke kolam atau genangan air untuk kawin.  Genangan di lantai hutan yang timbul pada musim hujan, menjadi rumah yang nyaman bagi Occidozyga laevis.  Jenis ini ditemukan melimpah pada plot pengamatan, dengan bersemangat Susy menjelaskan.

Kami juga menemukan Kadal kebun (Eutropis multifasciata) dan Kadal Kalimantan (Dasia vittata).  Eutropis multifasciata  merupakan kadal yang umum ditemukan pada berbagai tipe habitat, termasuk juga di lingkungan pemukiman.  Sedangkan Kadal Kalimantan (Dasia vittata) merupakan kadal endemik Kalimantan, pungkas Susy.

Yang paling menarik kami menemukan Ular Buluh Merah (Calamaria lumbricoidea) dan Ular pipa ekor merah (Cylindrophis ruffus).   Ada juga Tokek (Cyrtodactylus pubisulcus) yang hidup di pohon sekitar camp KHDTK Tumbang Nusa.  Selain itu kami temukan pula kelompok berang-berang yang terdiri dari sebelas ekor melintasi lokasi transek pengamatan.  Adanya kanal-kanal di kawasan KHDTK membuat kawanan berang-berang betah hidup di sana, pungkas Beny mengakhiri penjelasannya.

Sebagai informasi KHDTK Tumbang Nusa merupakan perwakilan hutan rawa gambut Kalimantan khususnya hutan rawa gambut sekunder yang berada di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.  Keanekaragam hayati di dalamnya merupakan aset ekologis yang tak ternilai.  Keanekaragaman jenis vegetasi yang cukup tinggi, dengan strata tajuk yang lengkap membuat kawasan ini menjadi habitat yang baik bagi satwa seperti jenis-jenis burung, mamalia seperti orangutan dan berang-berang, juga herpetofauna. Hasil pengamatan Benny dan Susy  tersebut akan dipublikasikan dalam bentuk booklet yang akan segera naik cetak, ditunggu ya…

Sebagai informasi KHDTK Tumbang Nusa merupakan perwakilan hutan rawa gambut Kalimantan khususnya hutan rawa gambut sekunder yang berada di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.  Keanekaragam hayati di dalamnya merupakan aset ekologis yang tak ternilai.  Keanekaragaman jenis vegetasi yang cukup tinggi, dengan strata tajuk yang lengkap membuat kawasan ini menjadi habitat yang baik bagi satwa seperti jenis-jenis burung, mamalia seperti orangutan dan berang-berang, juga herpetofauna. Hasil pengamatan Benny dan Susy  tersebut akan dipublikasikan dalam bentuk booklet yang akan segera naik cetak, ditunggu ya…

Written by :