Majalah Bekantan Volume 6 No. 2 Tahun 2018 merupakan edisi akhir tahun yang mengangkat tema “Puspa dan Satwa”. Tema ini dipilih dalam rangka menyambut Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap tanggal 5 November sesuai Keppres Nomor 4 Tahun 1993.

Dalam sambutannya pada kolom Salam Redaksi, Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru, Tjuk Sasmito Hadi menuturkan bahwa menyelamatkan puspa dan satwa dalam pelestarian berarti juga menjaga keanekaragaman hayati. Beliau menambahkan bahwa puspa dan satwa selain sebagai modal penting pemenuhan kebutuhan dasar manusia, juga sebagai penjaga keseimbangan ekosistem. Terlebih lagi Indonesia adalah salah satu negara megabiodiversiti di dunia.

Pada Rubrik Lansekap edisi kali ini, Bekantan menjabarkan data dan informasi tentang keanekaragaman jenis puspa dan satwa yang ada di KHDTK Kintap. Dari kegiatan eksplorasi terhadap flora dan fauna yang telah dilakukan di KHDTK Kintap ini, telah diperoleh sebanyak 27 jenis anggrek spesies, 70 jenis burung, dan beberapa spot dengan panorama alam yang menakjubkan. Tidak kalah menarik, ulasan tentang koleksi dan upaya pelestarian jenis tumbuhan eksotik dan lokal yang telah dilakukan di Arboretum Balai Litbang LHK Banjarbaru patut untuk disimak. Arboretum seluas ±9,4 Ha ini menyimpan berbagai jenis flora asli Kalimantan dan luar Kalimantan mulai dari jenis pohon langka, buah-buahan, penghasil kayu, berkhasiat obat, dan anggrek.

Upaya penyelamatan puspa dan satwa yang ada di Kalimantan diantaranya diwujudkan dengan pembangunan Stasiun Riset Bekantan. Untuk pelestarian puspa dimanifestasikan dalam pembuatan hutan kota atau pun penanaman pohon di sepanjang jalan kota dikupas dalam Rubrik Fokus.

Gerakan ini juga didukung dengan beberapa artikel mengenai Burung Seriwang Asia : “Tali Pocong” Penghuni KHDTK Kintap; Papuyu dan Haruan, Ikan Asli Kalimantan Selatan Makin Melejit dan Popular; Flora dan fauna dalam Motif Batik Kalimantan; Bambu Tanaman non Kayu Serbaguna; dan Arboretum Guntung Payung: Destinasi Eco-Edutourism Pelajar Banjarbaru.

Pembaca yang telah menyaksikan film Orangutan Jungle School (OJS) tentunya tidak asing dengan sosok ini. Dialah Sri Rahayu, sang ibu asuh orangutan yang telah bergelut membesarkan dan mendidik orangutan selama 11 tahun dengan rasa ikhlas dan penuh cinta. Sepak terjang sang ibu asuh orangutan dalam kiprahnya di Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng selengkapnya dapat disimak dalam Rubrik Profil.

Rubrik Khusus edisi kali ini, menampilkan lahirnya seorang Profesor Riset Acep Akbar yang juga salah satu Dewan Redaksi Bekantan dari Balai Litbang LHK Banjarbaru. Bekantan edisi ini juga diwarnai dengan beberapa aktifitas Balai Litbang Banjarbaru yang dikemas secara menarik dalam lintas berita disepanjang penghujung tahun, yaitu antara lain penyegaran pegawai di KHDTK Kintap dalam rangka memotivasi kerja dan wahana edukasi baru di KHDTK Tumbang Nusa yaitu Camp Peat. Selanjutnya kami ucapkan selamat menikmati persembahan majalah Bekantan Edisi Akhir Tahun. DA**

Written by :