BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru,08/04/2019). Setelah sukses mengurangi penggunaan plastik kemasan dalam kegiatan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, kini BP2LHK Banjarbaru terus menggali komitmen sebagai eco-office dengan mempraktikkan urban farming.

“Praktik urban farming di lingkungan kantor BP2LHK Banjarbaru dilakukan dengan membuat instalasi hidroponik serta menanam sayur-sayuran pada lahan kosong yang ada di lingkungan kantor. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama oleh karyawan”, jelas Arief Nurlyanto, karyawan BP2LHK Banjarbaru yang merupakan penggagas urban farming BP2LHK Banjarbaru.

Sebagai informasi, urban farming atau pertanian perkotaan merupakan praktik menanam, memelihara dan mendistribusikan hasil pertanian di lingkungan perkotaan. Melalui praktik ini diharapkan memberi manfaat berupa peningkatan kesehatan masyarakat, mengedukasi masyarakat tentang pertanian dan kesehatan, dan mendukung penghijauan. Tak hanya memperoleh hasil panen dari kegiatan urban farming, kegiatan ini juga mendukung kesehatan masyarakat karena dengan melakukan ini tubuh didorong untuk bergerak dan beraktivitas lebih. Selain itu, ada efek relaksasi ketika melakukan kegiatan  ini, sehingga  mengurangi kadar stress pelaku urban farming.  

Ada beberapa jenis sayur yang ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik yakni selada dan sawi. Jenis sayur lain yang ditanam langsung di tanah adalah oyong, jagung, kangkung, bayam, tomat, cabai, dan  singkong. Hingga saat ini, beberapa sayuran sudah dapat dipanen dan dikonsumsi oleh sebagian karyawan.

“Ternyata banyak sekali manfaat dari urban farming ini. Saya bisa mendapatkan sayuran segar, bersih dan pastinya bebas pestisida”, ungkap Mega, salah satu karyawan yang ikut memanen sayuran hasil praktik urban farming.

 Tak hanya menanam, praktik urban farming di lingkup Litbang LHK Banjarbaru ini juga meliputi pembuatan kompos dari serasah –serasah pohon. “Banyak sekali serasah pohon dari arboretum di kantor kita. Agar lebih bermanfaat, kami menggiling serasah-serasah tersebut untuk dikomposkan. Nantinya kompos ini akan digunakan untuk pupuk di arboretum, kebun sayuran, dan juga bisa dimanfaatkan oleh karyawan di kebun rumahnya atau jika memungkinkan bisa dijual,” ujar Arief. Selanjutnya Arief berharap bahwa kegiatan positif yang dilakukan di lingkungan kantor ini juga bisa dilakukan oleh karyawan lain di rumah

Sebagai informasi kegiatan berkebun tersebut dilakukan di hari jumat pagi, sambil membersihkan lingkungan kantor. Selain itu dibantu juga oleh siswa-siswi dari SMK Kapuas  jurusan Pertanian yang magang di BP2LHK Banjarbaru.(saf)***.

Written by :