Untuk kesekian kalinya BP2LHK Banjarbaru mendapat kunjungan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Pada Jum’at (12/04/2019) sekitar 200 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan, bertandang ke BP2LHK Banjarbaru untuk mengikuti acara Praktik Lapangan.

Salah satu Dosen Pembimbing Praktik Lapangan yang turut serta mendampingi para mahasiswa, Adistina Fitriani, S. Hut., M.P.,  menuturkan bahwa acara ini diikuti oleh segenap mahasiswa semester 4 dan 6 yang mengambil Mata Kuliah Wajib Jurusan, yaitu Perlindungan Hutan, Hama dan Penyakit Hutan, dan Teknik Persemaian.

Kepala BP2LHK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M.Sc,  menyambut hangat kehadiran para mahasiswa praktek pada pagi hari itu. Dalam sambutannya Kepala BP2LHK Banjarbaru menyampaikan isu penting dunia terkait 3 mata kuliah di atas. Selain itu juga menginformasikan problem lingkungan  saat ini yaitu tentang problematika sampah.

 “Problem kedepan yang sangat krusial adalah tentang masalah sampah. Saat ini BP2LHK Banjarbaru menggalakkan semangat menerapkan eco-office di lingkungan kantor. Mengurangi sampah plastik dunia dengan membiasakan berbagai kegiatan seperti kerja bakti setiap hari jum’at, membiasakan para pegawai menggunakan tumbler dan wadah makan saat acara kantor dan keperluan sehari-hari, mengganti polybag plastik dengan polybag anyaman purun yang ramah lingkungan untuk menyemai bibit, memasang tadah hujan untuk menyiram persemaian, dan lain-lain” Tjuk Sasmito Hadi menuturkan.

Telah diketahui sebelumnya bahwa inisiatif mengganti polybag berbahan plastik dengan polybag anyaman purun telah dilakukan BP2LHK Banjarbaru sejak beberapa tahun yang lalu dan disinyalir mampu mengurangi 2,4 kg sampah plastik dalam 1 ha lahan rehabilitasi hutan dengan jarak tanam 3 × 3 m. Jadi, model penggunaan polybag purun ini dapat menjadi salah solusi untuk mengurangi sampah plastik di sektor kehutanan.

“Pengurangan sampah pada akhirnya akan memudahkan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah” Tjuk Sasmito Hadi menambahkan.

Menyinggung kebakaran hutan, Tjuk Sasmito Hadi menjelaskan bahwa masalah kebakaran hutan patut untuk selalu diwaspadai terutama memasuki musim kemarau seperti saat ini. Beliau juga memberikan pengantar tentang seluk beluk kebakaran dan unsur-unsur yang terkait dengan timbulnya kebakaran.

Acara dilanjutkan dengan pelaksanaan praktek lapangan, dimana peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok ditugaskan untuk mengikuti praktik di 3 (tiga) pos secara bergantian. Perlindungan Hutan sebagai pos pertama dipandu oleh Eko Priyanto, S. Hut., Teknisi Litkayasa Penyelia berserta tim yang kompeten di bidang penanganan kebakaran hutan. Pada pos ini mahasiswa diajak mengenal seluk beluk terjadinya kebakaran hutan, tanda-tanda terjadinya kebakaran yang perlu diwaspadai, mengenalkan peralatan pemadam kebakaran hasil penelitian dan inovasi BP2LHK Banjarbaru, cara kerjanya, dan lain-lain.

Pos kedua adalah Hama dan Penyakit Hutan, yang dipandu oleh peneliti di bidang hama dan penyakit, Beny Rahmanto, S. Hut. dan Fajar Lestari, S. Hut. Di pos ini para mahasiswa diajak ke persemaian untuk mengamati dan mengidentifikasi serangan hama penyakit pada tanaman gaharu (Aquilaria microcarpa) yang pada saat itu tengah diserang ulat Heortia vitessoides dan cara penanganannya. Selain itu, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk mengamati serangan hama penyakit pada daun nyawai (Ficus variegate Blum) menggunakan mikroskop dino lite di laboratorium hama dan penyakit.

Selanjutnya di pos ketiga, Teknik Persemaian, yang dipandu oleh Rusmana, S. Hut., Peneliti Muda dan Budi Hermawan, Teknisi Litkayasa Penyelia, yang kompeten di bidang teknologi persemaian. Para mahasiswa dikenalkan dengan teknik pembuatan media tumbuh sapih. Di pos ini para mahasiswa diajak untuk mencoba meramu media tanam berupa campuran sekam mentah dan tanah gambut sebagai media sapih kecambah pulai. Dengan media tanam yang sama, mahasiswa juga diajak untuk mencoba membuat stek ramin. Selain itu, mereka juga mendapat pengetahuan tentang fasilitas green house berserta masing-masing fungsinya.

Kegiatan Praktek Lapangan di BP2LHK Banjarbaru bukanlah yang pertama kali. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara BP2LHK Banjarbaru dengan lembaga akademik yang ada di Kalimantan Selatan. Kerjasama ini juga merupakan bentuk apresiasi civitas akademika terhadap eksistensi BP2LHK Banjarbaru kita tercinta. (DA)

Written by :