BP2LHK_Banjarbaru (Banjarbaru_13052019).  Belajar langsung ke lapangan akan memberikan kesan yang lebih mendalam kepada anak-anak. Itulah visi yang ingin disampaikan oleh rekan-rekan peneliti BP2LHK Banjarbaru yang mengajar pada kunjungan anak-anak SD Muhammadiyah Hajjah Nurriyah, Kota Banjarbaru.

Pada hari Jum’at, 03 Mei 2019 Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru mendapat kunjungan dari SD Muhammadiyah Hajjah Nurriyah Banjarbaru sebanyak 85 orang siswa. Didampingi oleh kepala sekolah dan staf pengajar, para siswa datang ke BP2LHK Banjarbaru untuk belajar dan melihat secara langsung kondisi miniature hutan beserta flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Pada kunjungan tersebut, disampaikan 3 materi yaitu tentang hutan dan tumbuhan, fauna hutan khususnya reptile (ular dan biawak) dan menanam secara langsung benih dan bibit dipersemaian.

“Hutan adalah kumpulan pohon yang hidup di suatu tempat. Di dalam hutan terdapat flora dan fauna yang hidup secara bersama-sama. Hutan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan, bisa menjadi sumber oksigen, sumber air, tempat tinggal flora dan fauna serta mampu menciptakan iklim mikro dibanding lingkungan di sekitarnya” demikian disampaikan Safina Surya Hakim, salah satu peneliti BP2LHK Banjarbaru. Lebih lanjut, Junaidah, peneliti silvikultur juga menjelaskan tentang aneka bentuk organ reproduksi tumbuhan yaitu biji-biji pohon-pohon yang ada di dalam hutan, seperti : laban (Vitex pubescens), nyawai (Ficus variegeta Blume), mersawa (Shorea sp.,) belangeran (Shorea belangeran), jelutung rawa (Dyera polyphylla), mahoni daun besar (Swietenia macrophhylla), dll.

“Salah satu jenis hewan yang banyak di dalam hutan adalah termasuk jenis reptile, seperti ular dan biawak (Varanus sp). Sebagian besar ular hidup dan tinggal di tanah, sebagian lagi hidup dan tinggal di atas pohon atau tanaman. Sementara biawak biasanya tinggal tidak jauh dari perairan, di hutan lembab, padang rumput, dan sekitar hilir sungai, “demikian papar Beny Rahmanto. Pada kunjungan tersebut, Beny membawa langsung beberapa koleksi pribadi jenis-jenis ular dan biawak. Para siswa sangat antusias, apalagi ketika melihat secara langsung hewan-hewan tersebut.

Di persemaian, dijelaskan secara gamblang prosedur penanaman mulai dari penyemaian biji hingga pemananan oleh Budi Hermawan dan Ahmad Ali Mustofa. Para siswa juga belajar secara langsung proses penanaman dan membawa bibit yang telah disapih untuk ditanam di rumah masing-masing.

Belajar dengan melihat secara lansung objeknya akan membuat siswa siswi lebih paham dan memiliki daya ingat yang lebih terhadap materi yang diberikan. Semoga ke depan akan tercipta siswa siswi yang benar-benar mencintai hutan dan lingkungan (***JND).

Written by :