Balai Litbang LHK Banjarbaru  (Banjarbaru, 10 September 2019) _”Bahan organik lahan selain dapat dimanfaatkan sebagai media tanam,pupuk hayati, pellet energi, ternyata juga dapat dibuat menjadi kompos blok dan blok media semai.  Aktivitas ini untuk mendukung penyiapan lahan tanpa bakar. Hal ini dikemukakan oleh Peneliti dari Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Banjarbaru, Marinus Kristiadi Harus, S.Hut, M.Si yang sekaligus sebagai innovator produk tersebut.

Marinus menjelaskan bahwa Kompos blok adalah kompos yang dibuat berbentuk kubus dan tabung (silinder) yang pada bagian tengahnya diberi lubang untuk meletakkan bibit tanaman. Komposisi unsur hara pada kompos blok sudah memenuhi syarat SNI kompos.

Ketika ditanya terkait aplikasi dilapangan , “Kompos blok cocok digunakan untuk meningkatkan persentase hidup dan riap pertumbuhan tanaman di lapangan. Kompos blok baik digunakan pada kegiatan reklamasi lahan bekas tambang, kegiatan penghijauan di lahan berpasir dan pantai “. Jelas Marinus.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa  keunggulan kompos blok adalah sekali tanam, kita tidak perlu memupuk lagi, karena unsur hara dalam kompos blok didesain sebagai pupuk majemuk yang lepas terkendali (slow release fertiliser). Aplikasi kompos blok akan menghemat biaya pemeliharaan tanaman, khususnya pemupukan.

Untuk blok media semai   penggunaanya sangat baik untuk lingkungan, karena dapat dijadikan pengganti pollybag plastik. Harapannya dengan adanya blok media semai penggunaan plastik dalam persemaian dapat dikurangi. Keunggulan lainnya  adalah dapat menghemat pupuk. Semai tidak perlu dipupuk karena pada badan blok media semai terbuat dari kompos yang unsur haranya sudah memenuhi standar SNI kompos.

Nah, bagaimana pembuatan kompos blok dan blok media semai ? Marinus menjelaskan prosesnya , Pertama-tama bahan organik lahan dicacah dengan mesin chopper atau pencacah kompos.  Hasil Cacahan bahan organik tersebut selanjutnya dicampur dengan kotoran hewan (ayam, sapi, kambing, dll) dan dedak dengan perbandingan 10:5:1. Kemudian campuran tersebut difermentasi dengan EM4 atau MOL yang dapat dibuat dengan memanfaatkan limbah buah buahan busuk dan lain-lain. Setelah fermentasi selama 1 minggu bahan selanjutnya di haluskan dengan mesin diskmill ffc 45. Kemudian bahan yang telah halus dicetak untuk dijadikan kompos blok dan blok media semai.

Pada saat dicetak, bahan diberi tambahan bahan perekat berupa kanji dari tepung singkong dan semen putih. Terakhir  susun kompos blok dan blok media semai yang sudah tercetak untuk dikeringanginkan. Nah, setelah 7 hari penjemuran alami, kompos blok dapat digunakan.

Dengan adanya inovasi pengolahan bahan organik lahan menjadi kompos blok dan blok media semai ini, diharapkan dapat mengurangi kejadian kebakaran hutan dan lahan. Bahan organik yang tadinya dianggap sampah, ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Salam inovasi.

Written by :