BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 12/09/2019). Senin, 8 September 2019 bertempat di Ruang Belajar I, Bapelkes Banjarbaru, tim peneliti Litbang LHK Banjarbaru menyampaikan progres dua kegiatan penelitian yakni Budidaya dan peningkatan kualitas madu kelulut di Kalimantan Selatan; serta Kesesuaian Jenis Tanaman Rehabilitasi DAS di Tahura Sultan Adam. Kegiatan ini dihadiri Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru, Kepala UPTD Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), para pejabat eselon 3 dan 4 lingkup Dinas Kehutanan Kalsel, Tahura Sultan Adam, Kepala KPH Hulu Sungai dan Kepala KPH Kayu Tangi, serta pengurus Forum HHBK Madu Kalimantan Selatan.

“Pada ujicoba pecah koloni kelulut, kami melihat ada progress yang baik pada setup lebah yang dibuat dari kayu dan gerabah. Hasil ini juga membuktikan bahwa gerabah bisa menjadi alternatif bahan setup”, papar Beny Rahmanto, S. Hut, selaku anggota tim penelitian. Selain itu disampaikan  hasil kemajuan penelitian pada aspek persentase keberhasilan pecah koloni, hasil analisis sifat fisik dan kimia madu, serta hasil pengamatan jenis-jenis tanaman pakan potensial kelulut.

“Hasil penelitian ini nantinya akan kami gunakan sebagai rekomendasi dalam pengambilan keputusan terkait rencana pembangunan Pusat Breeding Kelulut Kalimantan Selatan pada tahun 2020 nanti,  diantaranya aspek bahan setup yang baik serta pohon pakan yang menjadi preferensi kelulut”, ucap M. Saberansyah, S.Hut selaku kepala seksi Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kehutanan Propinsi Kalsel. 

Setelah pemaparan hasil kemajuan penelitian Budidaya dan peningkatan kualitas madu kelulut, acara dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan penelitian Kesesuaian Jenis Tanaman Rehabilitasi DAS di Tahura Sultan Adam.

“Dalam pelaksanaan penelitian ini, kami akan membuat aplikasi yang nantinya dapat memberikan gambaran Kesesuaian Jenis Tanaman pada lokasi-lokasi  Rehabilitasi DAS di wilayah kerja Tahura Sultan Adam”, papar Rusmana S.Hut, yang merupakan anggota tim penelitian.

Sebagai informasi, kedua penelitian ini mengakomodir kebutuhan Iptek yang diperlukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, KPH Hulu Sungai, dan Tahura Sultan. Hasil-hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjawab beberapa permasalahan kehutanan yang ada di Kalimantan Selatan terutama dalam hal HHBK Madu Kelulut serta keberhasilan pelaksanaan Rehabilitasi DAS. (saf)***

Written by :