Oleh : RUSMANA

Tanaman nyawai (Ficus variegate Blume.) sebagai salah satu alternative Fast Growing Species penting untuk dikembangkan lebih lanjut. karena termasuk golongan pionir, tanaman ini mudah didapati secara alami di hutan alam bekas kebakaran di Kalimantan Timur atau secara sporadis di wilayah hutan Kintap dan Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan Nyawai ini dikenal dengan nama lokal ”luwa gondang”. Karena Nyawai ini relatif baru diperhatikan (5 tahun terakhir) maka masih banyak teknik silvikultur yang belum sepenuhnya dikuasai.

BPK Banjarbaru sebagai institusi riset telah melakukan penelitian terkait jenis nyawai (Ficus variegate Blume.). Ada beberapa hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut diantaranya :

Pada saat di persemaian, benih nyawai mulai berkecambah pada hari ke 11 – 14 dengan daya kecambah sampai 89%. Penyapihan dilakukan saat bibit berumur 4 – 6 minggu dan dipelihara dalam polybag sampai siap ditanam. Pada saat bibit siap ditanam, yaitu berumur 4 (empat) bulan mencapai rataan tinggi 38,4 cm, diameter pangkal batang 3,1 cm dan persen hidup 77,5%

Pembiakan vegetatif. Walaupun secara generatif Nyawai ini mudah ditanam, tetapi juga dilakukan penelitian mengenai pembiakan secara vegetatif melalui stek. Dibandingkan dengan stek batang, stek pucuk lebih mudah tumbuh akarnya. Dalam hal ini yang paling penting diperhatikan adalah faktor kelembaban dan suhu di dalam persemaian.

Perbandingan antara pembiakan vegetatif dan Generatif. Dari pengamatan penyediaan bibit melalui cara vegetatif dan generatif, kedua metoda tersebut ada segi positif dan negatifnya. Untuk proses produksi dalam skala luas, tingkat keberhasilan bibit melalui cara generatif lebih tinggi dari cara vegetatif. Sedangkan pembiakan secara vegetatif lebih disarankan untuk mempertahankan sifat genetik dari tanaman induk pada kegiatan pemuliaan tanaman, seperti untuk pembangunan sumber benih klonal.

Sifat benih Nyawai. Sifat rekalsitran dari benih Nyawai merupakan salah satu kendala apabila letak persemaian jauh dari sumber benih. Perlakuan penyimpanan biji serta pemeliharaan bibit di persemaian untuk masa yang lama (misalnya apabila harus menunggu musim tanam berikutnya) merupakan salah satu topik yang harus dipikirkan apabila Nyawai tersebut akan dikembangkan untuk Hutan Tanaman.

Potensi Tanaman Nyawai. Potensi yang dimiliki oleh tanaman Nyawai adalah warna kayunya yang cerah dan kuning keputihan serta motifnya yang artistik dapat digunakan untuk kayu lapis bagian luar dengan hasil yang hampir sama dengan kayu meranti. Sedangkan belum ada penelitian mengenai kemungkinan tanaman ini untuk tujuan kayu serat.  Jenis Nyawai memiliki prospek baik dikembangkan pada program rehabilitasi hutan dan lahan terdegradasi termasuk program pembangunan hutan tanaman untuk menyediakan bahan baku industri kayu. Selain itu dapat juga dikembangkan penanamannya di areal konservasi dan suaka margasatwa sebagai pelestarian genetik dan pakan flora, seperti kijang, rusa, kera, burung dan kancil.

Pertumbuhan Nyawai. Jenis ini tergolong jenis tumbuh cepat (fast growing species), kemungkinan bisa dikembangkan pada program KBR (Kebun Bibit Rakyat) dengan sistem penanaman tumpangsari /agroforestry  atau monokultur di Kalimantan

Written by :