BP2LHKBJB 05/12/19. Banjarbaru, 27 November 2019 , Tedy Soekarno, S.Hut Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan beserta 3 orang staf Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kahayan Hilir belajar dan berkonsultasi terkait pengembangan dan potensi beberapa jenis lebah penghasil madu, seperti Apis sp dan budidaya lebah kelulut (Heterotrigona itama ) di Kalimantan, untuk diterapkan  di wilayah Pulang Pisau.

“Saat ini kami sedang mengembangkan tanaman yang dapat digunakan untuk wood pellet seluas 250ha bersama masyarakat di Pulang Pisau. Dalam rangka membidik potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) lain yang dapat menjadi income bagi masyarakat di wilayah pengembangan tersebut, salah satunya adalah prospek budidaya lebah madu”,ujar Tedy menjelaskan tujuan mereka bertandang ke Balai Litbang LHK Banjarbaru.

“Jadi yang ingin kami ketahui adalah mengenai pengetahuan  karakter masing-masing lebah tersebut dan juga pemilihan jenis pakan yang potensial agar usaha budidaya lebah tersebut berhasil “ ?, tanya Tedy kepada tim edupark kelulut.

Reni Setyo Wahyuningtyas, S.Hut, M.Sc. Peneliti sekaligus Ketua Tim Penelitian Kelulut menjelaskan, “ Yang pertama dilakukan adalah menentukan lokasi budidaya itu sendiri , dimana kondisi vegetasi yang ada harus mendukung untuk ketersediaan pakan sepanjang tahun. Karena itu jika pakan tidak tersedia secara kontinu dikhawatirkan akan membuat koloni lebah yg dipelihara sulit berkembang, bahkan bisa saja tidak betah dan pindah ke tempat lain”.

Yang kedua adalah disamping mengandalkan tanaman-tanaman  alami maka beberapa jenis tumbuhan dapat dibudidayakan dengan disekitar lokasi peternakan lebah seperti  galam (Mealeuca sp) aren (Arenga pinata), kelapa (Cocos nucifera), nipah (Nypa fruticans), bunga asoka (Saraca asoca), kemuning (Muraya panicuata), kaliandra (Calliandra calothyrsus), teratai (Nymphaea sp.), widuri (Calotropis gigantea), santos (Xanthstemon chrysanthus), bunga kertas (Zinnia elegsns), tagetes (Tagetes recta), krokot (Porulaca oleraceae), pacar air (Impatiens balsamina), krisan (Chrysantheum sp.), bunga matahari (Helianthus annuus). Diantara jenis2 tersebut khusus untuk untuk jenis lebah kelulut sangat disarankan dilakukan budidaya airmata pengantin (Antigonon leptopus) karena sangat disukai kelulut terutama yg berwarna pink. Selain sebagai sumber nehtar, kelulut juga memerlukan jenis tanaman sebagai sumber propolis sebagai bersumber getah tanaman bisa ditanam adalah widuri, mangga (Mangifera indica), nangka (Artocarpus heterophyllus), cempedak (Artocarpus integer), karet (Hevea brasiliensis), dan nyamplung (Calophyllum inophyllum). Sedangkan tanaman sebagai sumber bee polen bisa berasal dari tanaman krisan, tagetes, bunga matahari, teratai, bilaran (Clibadium surinamense), putri malu (Mimosa pudica) dan lain-lain, jelas Reni lebih lanjut.

Terakhir Tedy,  menanyakan bagaimana cara menjaga kualitas madu kelulut ?,  Kembali Reni menerangkan bahwa  kuncinya adalah mnjaga kadar air sesuai dengan  SNI atau <22%. dimana dalam hal ini alat pengurang kadar air tersebut sudah mampu direkayasa oleh tim Balai Litbang LHK Banjarbaru.

Written by :