Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan melakukan kerjasama untuk memanipulasi dan memperbaiki tapak secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanaman-tanaman yang ada di Kebun Raya.

“Areal Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan merupakan bekas tambang intan sehingga lapisan top soil sudah hilang dan yang tinggal adalah lapisan bawah yang telah mengalami pelindian yang cukup berat. Kondisi tanah tersebut menjadi kendala pembangunan  tanaman di Kebun Raya Banua. Hal inilah yang memicu kesuburan tanah dari kebun raya kurang baik dalam mendukung pertumbuhan tanaman”, jelas Tri Wira Yuwati, S.Hut, MSc., Peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru.

“Kondisi diatas dibuktikan dari hasil analisa tanah yang dilakukan oleh pengelola Kebun Raya Banua pada tahun 2013 menunjukkan bahwa kandungan kimia tanah di daerah ini berkisar dari sangat rendah sampai rendah untuk kadar unsur-unsur makro seperti N, P, K, Ca dan Mg”, ujar Safinah Surya Hakim, Peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru.

Mengatasi hal tersebut maka dilakukanlah penelitian, mengaplikasikan tanaman dengan kombinasi beberapa jenis pembenah tanah diantaranya kompos, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), mikoriza, arang, dan pupuk hantu, lanjut Safinah

Dari beberapa variasi bahan pembenah tanah yang diaplikasikan, diketahui tanaman yang diberi kombinasi bahan pembenah kompos dan arang serta pupuk hayati PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) serta tanaman dengan kompos+arkoba terbukti memiliki pertumbuhan yang lebih baik dan kandungan P yang lebih tinggi dibandingkan tanaman kontrol maupun kombinasi bahan pembenah tanah yang lain.

Masing-masing bahan ini memiliki manfaat untuk tanaman. Seperti halnya aplikasi bahan pembenah tanah kompos dan arang ditambah dengan pupuk hayati PGPR (Plant-Growth Promoting Rhizobacteria) kondisi Phosphor di tanah dari tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Terdapat pula  arang yang dapat meningkatkan pH tanah sekaligus memperbaiki sirkulasi air dan udara di dalam tanah, jika digabungkan dengan bahan pembenah tanah lainnya. Selain itu, diaplikasikan juga hydrogel untuk mencegah kekeringan pada tanaman ketika musim kemarau.

“Melalui penelitian ini, kami mengharap bisa berkontribusi dalam pembangunan Kebun Raya Banua dengan meningkatkan kualitas tapak yang pada akhirnya dapat membuat tanaman-tanaman di sini tumbuh subur”, ujar Tri Wira Yuwati, selaku peneliti kegiatan ini.

 Sebagai informasi Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan merupakan kebun raya yang dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalimantan Selatan. Diinisiasi tahun 2004, kebun raya ini memiliki tujuan sebagai sarana dan prasarana pendidikan bagi pelajar, mahasiswa, dan juga sebagai tempat wisata untuk masyarakat umum, terutama di wilayah Kalimantan Selatan. (Saf)

Written by :