BP2LHKBJB. 17/01/2020. Hasil riset  gemor (Notaphoebe coriaceae) yang telah dilakukan oleh tim peneliti  Balai Litbang LHK  Banjarbaru selama lebih dari 5 tahun dipublikasikan  dalam bentuk buku bunga rampai berjudul “Bioprospeksi Tanaman Obat di Hutan Tropis Indonesia”.  Seperti diketahui, gemor merupakan salah satu jenis tanaman rawa  gambut yang dimanfaatkan sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari kulit kayunya. “Selama ini gemor diambil kulit kayunya dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Cara pemanenan kulit kayu yang ekstraktif dengan menebang pohon di alam mengancam kelestarian  pohon gemor. Oleh karena itu, kami melakukan penelitian terkait budidaya diantaranya adalah perbanyakan secara generative dan vegetative” Demikian disampaikan Purwanto Budi, peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru saat ditemui di kantor.

Dalam bagian buku ini disampaikan beberapa hasil penelitian gemor yang lain yaitu sebagai suplemen menurunkan resiko diabetes mellitus. Selanjutnya Purwanto menambahkan bahwa kegiatan penelitian lain pada gemor adalah meneliti kandungan fitokimia dari daun gemor.

“ Balai Litbang LHK Banjarbaru bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru juga telah mengetahui potensi fitofarmaka yang berpotensi sebagai obat. Setelah kami teliti, ternyata daun dari pohon gemor juga terdapat kandungan fitokimia yang bermanfaat sebagai obat. Selanjutnya kami teliti dan kami ujicoba terhadap hewan coba untuk suplemen untuk menurunkan resiko diabetes mellitus.  Kandungan flavanoid dll dalam daun gemor menunjukkan perbaikan kondisi diabetes mellitus.”urai Purwanto

Didalam uraian buku ini juga dikemukakan mekanisme penurunan kadar gula pada hewan coba setelah diberi ekstrak daun gemor. Selain itu, daun gemor tidak bersifat toksik sehingga aman untuk dikonsumsi. “ Hasil uji toksisitas terhadap fungsi ginjal menunjukkan pemberian ekstrak air daun gemor tidak menyebabkan perubahan fungsi ginjal” tambah Purwanto.

Selanjutnya Susi Andriani,S.Hut, MSc, peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru yang juga menjadi tim  peneliti gemor menambahkan bahwa telah juga  kegiatan uji organoleptik yang dilakukan sebelum gemor dibuat jadi produk sediaan.  “Dalam uji organoleptik ini kami menguji secara organoleptik tingkat  kesukaan  responden terhadap beberapa sampel teh gemor yang kami siapkan. Selanjutnya gemor kami kemas dalam bentuk sediaan teh celup. Diharapkan dari serangkaian penelitian yang telah dilakukan ini dapat memberikan dan memperkaya informasi  & manfaat pohon gemor.  Buku  bunga rampai  ini merupakan outcome hasil riset  RPPI 6. Obat-obatan tanaman hutan dengan koordinator Dr. Maman Turjaman, DEA yang diterbitkan oleh Puslitbanghutan.

Written by :