BP2LHKBJB, 11/02/20. Banjarbaru , Minggu 08/02/20 Presiden Joko Widodo meresmikan langsung Taman Hutan Hujan Tropis dan Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia di Kawasan Kantor Gubernur Provinsi Kalsel . Kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman simbolis pohon raksasa jenis Mersawa (Anisopthera marginata  Korth) oleh Presiden Jokowi.  Pohon tersebut sebelumnya telah ditanam  sejak tahun 2004 di arboretum Balai Litbang LHK Banjarbaru oleh Rusmana, S,Hut peneliti silvikultur Balai Litbang LHK Banjarbaru.

“ Pohon tersebut berumur 16 tahun ,keturunan kedua (F2), dimana induknya  juga berasal dari KHDTK Riam Kiwa  yang saat ini saya kelola”, cerita Rusmana. Jenis ini sudah sulit ditemukan di hutan alam sehingga perlu untuk dilestarikan, ungkap Rusmana.

Bagaimana cerita hingga dipilihnya pohon Mersawa ini sebagai pohon Jokowi ? Jumat, 31 Januari 2020 Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Ir. Hudoyo, MM bersama Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Kalsel Dr. Hanif  Faisol Nurofiq, S.Hut, MP melakukan survey di arboretum  Balai Litbang LHK Banjarbaru untuk menentukan pohon yang terbaik sebagai pohon yang akan ditanam Presiden Jokowi .

Ada 4 kandidat pohon yang dipilih yaitu Mersawa (Anisopthera marginata  Korth), Shorea Selanica, Shorea Belangeran,Shorea Leprosula.  Akhirnya dari keempat pohon tersebut Mersawa lah yang dipilih, karena batangnya yang lurus, dan posisinya dipinggi jalan, sehingga memudahkan dalam proses pemindahannya, karena akan mengurangi kerusakan pohon lain di arboretum, jelas Rusmana.

“Kita buat sejarah  lengkap asal usul pohon mersawa tersebut,  ujar Hudoyo, kepada Rusmana ,selaku orang yang berperan penting dan mengetahui betul asal usul pohon mersawa yang terpilih.

“Kami akan mencetak poster  yang berisi keterangan lengkap pohon tersebut, akan kita pasang disampingnya, sebagai informasi bagi pengunjung Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia”, ujar Hanif menimpali.

Senin 03 Februari 2020, dimulailah proses pemindahan pohon tersebut. Menggunakan alat berat berupa exevator untuk menggali tanah sekitar pohon,  bagian akar diusahakan tetap terjaga, dan dibungkus dengan beberapa karung besar yang dijahit sedemikian rupa, agar tanah disekitar pohon tersebut tetap terjaga. 

Rusmana terus mengawal proses pemindahan tersebut, hingga akhirnya ditanam secara simbolis oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.  Sebuah kebanggaan bagi Balai Litbang LHK Banjarbaru memberikan sumbangsih dalam pembangunan Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia di Kalimantan Selatan. Bravo BP2LHK BJB, Bravo BLI!!

Written by :