Apakah mungkin sebuah area kantor di kota juga menjadi habitat satwa liar? Ternyata bisa. Lingkungan kantor Balai Litbang LHK Banjarbaru seluas 9,4 ha  tidak saja memiliki lingkungan yang hijau nan asri, namun juga menjadi habitat berbagai satwa. Mengapa bisa demikian?

Terbentuknya kondisi saat ini merupakan sebuah investasi yang telah dibangun sejak lama. Arboretum di BP2LHK Banjarbaru mulai dibangun sejak tahun  1990an dengan menerapkan konsep penanaman secara blok. Kira-kira ada 54 jenis tumbuhan langka maupun endemik Kalimantan dapat dijumpai disini. Selain itu juga ada banyak pohon buah-buahan. Dengan adanya berbagai jenis tumbuhan berarti terdapat bunga dan buah yang menarik satwa untuk datang.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu jenis binatang dan satwa mulai menghuni arboretum. Diantaranya Biawak, Tupai, Kelulut, Monyet dan beberapa jenis burung.

Lebah mencari nektar dan polen. Kelelawar, burung, monyet, dan tupai menikmati buah-buahan yang tumbuh disini. Seringkali buah-buahan yang tumbuh disini tidak dapat dipanen. Bukan karena terkena penyakit dan gagal panen, tapi sudah dinikmati terlebih dahulu oleh para satwa.

Areal BP2LHK Banjarbaru yang tersusun dari pepohonan, semak semak dan areal terbuka camping ground tentu menjadikan berbagai binatang dan satwa yang ada kerasan tinggal dan mencari makan. Bahkan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Kalimantan Selatan melakukan pelepasan burung Cucak Hijau (Chloropsis sonnerati) dan Murai Batu (Copsychus malabaricus) di area ini karena dianggap sebagai lokasi yang aman dan representatif.

Area ini juga berfungsi sebagai hutan kota yang menyumbangkan udara segar dan menjadi daerah resapan air. Tepatnya tahun 2001, Walikota Banjarbaru bersurat secara resmi kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia , memohon izin untuk  menjadikan areal arboretum diperuntukkan sebagai hutan kota Banjarbaru.

Terbukti setiap tahun areal arboretum dikunjungi oleh tim penilai adipura kota Banjarbaru, karena salah satu indikator penilaian adipura adalah terkelolanya hutan kota.

Masyarakat Banjarbaru pun merasakan keberadaan arboretum ini dengan dibukanya Edupark Balai Litbang LHK Banjarbaru. Lokasi yang terjangkau karena berada tidak jauh dari pusat kota, lingkungan yang asri, dan sekarang dilengkapi dengan berbgai informasi terkait puspa dan satwa sebagai alternatif lokasi liburan edukatif keluarga dan sekolah-sekolah.

Mari berbagi ruang dengan puspa dan satwa dengan cara membangun ruang terbuka hijau. Sekecil apapun pasti akan bermanfaat. (adi)

Written by :