ACIAR Project FST 2016 144 Improving Community Fire Management and Peatland Restoration (Objective 3.) melatih 20 orang peserta dalam kegiatan bertajuk “Peat Soil Physics and Chemistry Analyses” yang dilaksanakan di Aula Litbang LHK Banjarbaru. Peserta pada pelatihan ini adalah teknisi dan peneliti dari Litbang LHK Banjarbaru, mahasiswa serta dosen dari Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan peneliti dari BP2LHK Palembang. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari,  dari tanggal 10 Februari hingga 14 Februari 2020.

Parameter fisika dan kimia tanah merupakan salah satu kunci yang harus diamati dalam upaya restorasi lahan, termasuk lahan gambut. Oleh karena itu, pengatahuan terkait analisis fisika dan kimia tanah perlu dikuasai oleh peneliti, akademisi, serta teknisi untuk memperkaya kedalaman riset yang dilakukan. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat penyelanggaraan pelatihan ini.

Terdapat beberapa topik utama yang diajarkan pada pelatihan ini yakni: a) pertama, mengetahui teori terkait analisa kimia dan fisika tanah; (b) kedua, pengolahan data menggunakan software  Rstudio; serta (c) metode sosial-ekologis  untuk menganalisis suatu permasalahan.

Materi-materi yang disajikan dalam pelatihan ini disampaikan oleh expert dari masing-masing bidang yakni Dr. Samantha Grover (RMIT University Australia), Dr. Ryan Farquharson (CSIRO Autralia), Dr. Andrea (Melbourne University), Dr. Dony Rachmanadi (Litbang LHK Banjarbaru) dan Adi Kunarso, S.Hut, M.Sc. Pelatihan yang dilakukan selama lima hari ini diikuti seluruh peserta dengan antusias. Hal ini ditunjukkan dengan adanya diskusi yang berkelanjutan antara peserta dan pengajar.

Materi lain yang disampaikan anatara lain statistik R, spektrofotometer near infra red (NIR) dan menghubungkan ekologi dengan social science.

Sesi praktikum diisi dengan beberapa materi yakni menganalisis hidrolik konduktivitas tanah gambut, kemampuan retensi air tanah gambut, dan melakukan uji spektroskopi gambut dengan menggunakan alat spektroskopi. Sebagai informasi, alat spektroskopi ini dibawa khusus dari laboratorium tanah milik CSIRO. Alat-alat laboratorium yang dipraktekkan antara lain Mini disk infiltrometer,  Chameleon system,  Pressure plate,  dan  Water depth logger.

 “Pelatihan ini cukup menarik dan tidak membosankan karena metode pengajaran beragam, yakni materi di kelas, praktikum di laboratorium, penggunaan software baru, serta Focus Group Discussion,” komentar Reny Setyowati, S.Hut, M.Sc, salah satu peserta yang merupakan peneliti dari Litbang LHK Banjarbaru.

Tak hanya mendapatkan ilmu baru, pelatihan ini juga menghasilkan satu karya tulis ilmiah. “Hasil-hasil Focus Group Discussion dari pelatihan ini akan saya susun menjadi satu Karya Tulis Ilmiah yang nantinya akan diterbitkan di jurnal berskala internasional,” ujar Dr. Andrea selaku pengajar dalam pelatihan ini.

Written by :