“Pupuk hayati” dan “Mikoriza” mungkin sudah tidak asing lagi  bagi sobat hijau. Namun, mikoriza arbuskula asli lahan gambut adalah sesuatu yang masih baru. Tri Wira Yuwati, peneliti madya Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru telah melakukan banyak penelitian terkait bioprospeksi mikoriza arbuskula asli lahan gambut sebagai pupuk hayati.

Dalam sebuah karya tulis ilmiahnya yang berjudul “Bioprospeksi Mikoriza Arbuskula Asli Lahan Gambut”, Tri Wira menjelaskan dengan detail terkait mikoriza, pupuk hayati dan bioprospeksi.

Pupuk hayati atau dikenal dengan istilah “biofertilizer” merupakan substansi organik dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kesuburan tanah. Mikoriza sendiri adalah salah satu jenis mikroorganisme yang paling banyak digunakan terutama di sektor pertanian dan kehutanan, karena kemampuannya dalam berasosiasi dengan berbagai jenis tanaman. Sedangkan bioprospeksi sendiri adalah eksplorasi sumber daya genetik yang bernilai ekonomi tinggi.

Dalam uraiannya, Tri Wira juga menjelaskan tentang karakteristik mikoriza, manfaat mikoriza bagi tanaman, tahapan bioprospeksi mikoriza asli lahan gambut, produksi massal dan aplikasi jamur mikoriza arbuskula, serta tantangan dalam implementasi mikroba asli gambut sebagai pupuk hayati.

Dalam pengembangannya, pupuk hayati ini mengalami beberapa kendala antara lain keterbatasan peralatan, infra struktur dan tenaga teknis yang memahami dasar-dasar teknik mikrobiologi dasar; kondisi lingkungan gambut yang ekstrim dan heterogen, kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan pupuk hayati serta modal usaha.

Keberadaan pupuk hayati mikoriza arbuskula asli lahan gambut akan sangat mendukung pertanian yang ramah lingkungan. Dengan adanya semangat restorasi gambut di kawasan hutan, penggunaan pupuk hayati ini sangat direkomendasikan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menuju ke lingkungan gambut yang lebih baik.  Hal ini telah membuka peluang yang besar bagi berbagai kajian dan pengembangan teknologi yang berorientasi pada produk organik karena memberikan dua manfaat sekaligus yaitu ekonomis dan ekologis.

Semua hal terkait mikoriza dann pupuk hayati dibahas detail oleh Tri Wira Yuwati dalam salah satu karya tulisnya yang dimuat dalam Buku Bunga Rampai “Pengelolaan Lingkungan Kehati untuk Pemanfaatan Berkelanjutan”, yang diterbitkan oleh Puslitbang Hutan, Badan Litbang dan  Inovasi. Jadi, bagi sobat hijau yang tertarik tentang mikoriza arbuskula asli lahan gambut, jangan lupa baca bukunya ya…. (***JND).

Written by :