[BP2LHK Banjarbaru] _Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Banjarbaru kembali berkontribusi dalam pembangunan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI). Baru-baru ini, lima jenis pohon terpilih dari arboretum Balai Litbang LHK Banjarbaru diberikan untuk melengkapi koleksi jenis pohon di taman hutan yang berada di Banjarbaru tersebut.

Peneliti Silvikultur Balai Litbang LHK Banjarbaru, Rusmana, S.Hut, yang mengetahui sejarah pohon-pohon tersebutmenyebutkan, lima jenis terpilih tersebut yaitu mersawa tinggi 20 meter dengan diameter 20 cm, agathis tinggi 8 meter diameter 13 cm, shorea balangeran tinggi 10 meter diameter 7 cm, manggis hutan tinggi 11 meter diameter 15 cm, dan pulai tinggi 20 meter diameter 25 cm.

“Bukan hal yang mudah memindahkan pohon yang sudah besar, karena akarnya sudah cukup dalam. Karenanya diperlukan alat khusus untuk mencabut hingga ke akar,” ujar Rusmana.
Rabu (3/6/2020) pagi, alat berat pencabut pohon “Truck Mounted Tree Spades” didatangkan langsung dari Batulicin oleh PT Jhonlin Group, perusahaan yang mendukung perbaikan kualitas lingkungan hidup di Kalimantan Selatan. 
Proses pemindahan pohon tersebut dikawal langsung oleh Kadishut Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq dan Kepala Balai BPDASHL Barito, M. Zainal Arifin dan Plt Kepala Balai Litbang LHK Banjarbaru, Rahayu Setiawati. Sementara peneliti Rusmana didampingi teknisi, Rudy Supriadi, SP turun langsung ke lapangan.
Setelah berhasil dipindahkan, lima pohon tersebut ditanam di blok tanaman endemik. Pohon-pohon tersebut menjadi pendamping “Pohon Presiden Jokowi” dan Menteri LHK serta jajaran Kabinet Indonesia Maju lainnya, yang ditanam pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Februari 2020 lalu. Seperti diketahui, Pohon Presiden Jokowi dan jajarannya tersebut juga berasal dari arboretum BP2LHK Banjarbaru, yang sudah belasan tahun ditanam.
 “Menjadi tugas kami untuk memelihara Blok Tanaman Endemik seluas 6, 9 Ha ini. Kami terus memantau, menjaga dan memelihara serta memastikan tanaman tersebut tetap hidup,” ujar Agung Hananto, Pejabat Pengelola Teknis Kegiatan TH2TI.
Terkait teknis penanaman, Rusmana menjelaskan, lubang tanam ditaburi Furadan untuk  pencegahan insekta dan fungi dalam tanah yang akan merusak akar tanaman. Setelah tanaman ditanam pinggir lubang tanaman disiram dengan perangsang akar, vitamin B dan pupuk cair organik, dosisnya sudah ditetapkan sebelumnya dan telah dilarutkan dengan air bersih.
“Setelah tertanam, batang pohon ditopang dengan kayu atau besi untuk menahan batang agar tidak roboh selama perakaran pahon tersebut belum tumbuh menyebar dalam tanah,” jelas Rusmana lebih lanjut.
“Kami bangga sebagai UPT Badan Litbang dan Inovasi KLHK yang ada di daerah, pohon di arboretum yang dibangun 22 tahun lalu bermanfaat untuk perbaikan lingkungan dan pelestarian plasmanutfah daerah Kalimantan Selatan, karena jenis-jenis  tersebut ada yang sudah langka ditemukan di alam,” pungkas Rusmana.
Sebagai informasi, BPDASHL Barito akan memberikan 10 jenis pohon endemik yang akan ditanam untuk menambah koleksi di arboretum BP2LHK Banjarbaru.***(FZH)

Written by :