Paludikultur saat ini merupakan salah satu solusi penyelamatan lahan gambut, termasuk lahan gambut di Kalimantan Utara. Dr. Dony Rachmanadi peneliti dari Balai Litbang LHK Banjarbaru melakukan riset bersama lembaga nirlaba GIZ melalui proyek Peatland Management and Rehabilitation ( PROPEAT). Penelitian ini dilakukan cara survei untuk melihat pola pemanfaatan lahan gambut oleh masyarakat dan menganalisis kesesuaian lahan dan komoditas pertanian dan kehutanan untuk melihat peluang penerapan konsep paludikultur di Kalimantan Utara.

 “Ada 3 daerah yang kami survei  yaitu Kabupaten Bulungan tepatnya Desa Salimbatu dan Desa Tanjung Buka, Kabupaten Nunukan di Desa Atap dan Desa Tagul serta Kabupaten Tana Tidung tepatnya di Desa Bebatu dan Desa Sengkong.  Dari survei lapangan kami menemukan bahwa komoditas-komoditas yang dibudidayakan di areal studi sebagian besar merupakan komoditas yang umum diusahakan di lahan kering dan hanya kurang dari 10% jenis yang merupakan tumbuhan/komoditas asli dari lahan gambut. Tumbuhan asli dari lahan gambu diyakini akan lebih adaptif di lapangantetapi kita juga tidak bisa menutup mata terhadap pertimbangan nilai ekonomi dan ketersediaan pasar.”, jelas Dony.

“Oleh karena itu, untuk aplikasi paludikultur di Lahan Gambut Provinsi Kalimantan Utara sangat memerlukan dukungan secara sosial, ekonomi, dan kebijakan,” sambung Dony.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan ada beberapa komoditas yang potensial di hutan gambut Kalimantan Utara yang dapat digunakan dalam praktik paludikultur yakni budidaya jenis pohon, pandan duri sebagai bahan serat, rotan, buah hutan, bahan aktif untuk bahan obat  dan juga jamur. Selain itu juga dapat digali potensi jasa lingkungan dan tujuan wisata dari ekosistem hutan rawa gambut.

Lahan gambut di Kalimantan Utara memiliki keunikan apabila dibandingkan dengan lahan gambut di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Keunikan tersebut adalah ditemukannya pencampuran dengan ekosistem lahan kering dalam satu hamparan lansekap lahan gambut di Kalimantan Utara. Hal tersebut menjadikan lahan gambutnya lebih subur dan terjadinya pencampuran jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan sehingga keanekaragaman hayati nya juga unik. Kondisi ini tentunya sangat menguntungkan dalam kerangka penyelamatan ekosistem gambut karena aktivitas budidaya dapat difokuskan di lahan kering sedangkan lahan gambut sebagai penyedia jasa lingkungan lainnya.

Hasil riset tersebut disampaikan kepada Kepala Bappeda dan Litbang Kalimantan Utara, Bapak Risdianto, S.Pi, M.Si dalam diskusi GIZ dan Partner di Kalimantan Utara. “Harapan kami hasil kajian ini akan menjadi mata rantai untuk perencanaan pembangunan lahan gambut dan lahan basah secara komprehensif dan terintegrasi dalam bentuk yang dilegitimasi dalam bentuk peraturan daerah Kaltara”, ujar Bapak Risdianto, S.Pi, M.Si..

Selain disampaikan kepada pihak Pemerintah Daerah Kaltara, hasil riset ini juga dikomunikasikan dengan berbagai pihak, salah satunya dengan digelarnya webinar oleh GIZ dengan tema “Potensi Perikanan Darat, Pertanian dan Kehutanan (Paludiklutur) di Lahan Gambut Kaltara. Webinar ini diselenggarakan pada hari Kamis, 30 Juli 2020 pukul 14.00-16.00 WITA.

Sebagai informasi dalam acara webinar tersebut, terdapat tiga sub topic  yang didiskusikan yakni: (1) Keanekaragaman Jenis Ikan Tawar dan Pemanfaatan oleh Masyarakat yang disampaikan oleh Dr. Heppi Iromo, S.Pi, M.Si (Dosen jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBT), (2) Implementasi Agrosilvofishery dalam Pengelolaan Ekosistem Gambut di Sumatra Selatan oleh Ir. Bastoni, M.Si (Peneliti Balai Litbang LHK Palembang), dan (3) Potensi Pengembangan Paludikultur di Kalimantan Utara oleh Dr. Dony Rachmanadi (Peneliti Litbang LHK Banjarbaru).

Dr. Dony Rachmanadi merupakan Peneliti Ahli Madya di Balai Litbang LHK Banjarbaru yang fokus pada penelitian restorasi hutan rawa gambut tropis serta meneliti ekologi tanaman di hutan rawa gambut. Dony juga merupakan salah satu peneliti yang ikut serta dalam riset paludikultur yang dilakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Fajar Lestari, S.Hut

Written by :