Kabar gembira datang di masa pandemi covid-19 dari Edupark Rusa Sambar BP2LHK Banjarbaru. Tepat setahun berdirinya Edupark Rusa Sambar (ERS), kado special berupa kelahiran seekor rusa sambar (Rusa unicolor) terjadi pada tanggal 26/10/2020.

¬†Anak Rusa betina tersebut lahir dari pasangan induk betina bernama “Tesha” dan induk jantan bernama “Amang”. Tesha merupakan rusa sambar betina yang berasal dari Balitek Samboja Kaltim, sedangkan Amang merupakan rusa sambar jantan yang berasal dari penangkaran H. Zaini Mahdi (BGM) di Binuang.

 Tesha lebih dahulu didatangkan ke ERS pada bulan Oktober 2019, sedangkan Amang didatangkan ke ERS pada Januari 2020. Beberapa bulan setelah bertemu Tesa, akhirnya Amang dapat berjodoh dengan Tesha.

Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini anak rusa dalam kondisi sehat, hal tersebut dilihat dari kemampuan anak rusa menyusu ke induknya setelah lahir. Kondisi Tesa pasca melahirkan juga dalam kondisi sehat. Terlihat dari nafsu makannya  yang lahap dan perilaku protektif / melindungi anaknya.

Kelahiran Tesha junior ini lebih awal dari perkiraan. Kami masih memproses pembuatan tempat isolasi untuk  Tesha melahirkan. Namun ruangnya belum rampung, Tesha telah melahirkan, ungkap Rudy Supriadi, SP pengelola ERS

Jadi tempat isolasi dengan ukuran 6 m x 6 m akan digunakan sebagai ruang terpisah untuk Tesha dan bayinya. Tujuannya agar anak rusa dan induknya lebih terkontrol dan aman dari gangguan lainnya, jelas Rudy lebih lanjut.

Sebagai informasi Edupark Rusa sambar ini merupakan kerjasama antar instansi yang melibatkan BP2LHK Banjarbaru dan PT. Pertamina DPPU Syamsudin Noor yang bertujuan sebagai sarana edukasi dan konservasi satwa dilindungi yaitu Rusa Sambar. Hingga saat ini di ERS terdapat 4 rusa sambar yang terdiri 1 jantan, 3 betina. Semoga kelahiran rusa ini dapat mendukung KLHK dalam upaya konservasi di tengah pandemi.

Pastinya kehadiran anak rusa ini mengundang antusias dari pengunjung ERS. Namun  kami  pengelola ERS mohon maaf sampai hari ini, pengunjung belum bisa melihat langsung anak rusa tersebut karena  pandemi Covid-19 yang belum berakhir,pangkas Rudy.

Written by :