Untuk memperingati Hari Pohon 2020, Osis SMP Islam Al Azhar 47 Banjarbaru  gelar Diskusi secara virtual melalui Live Zoom  dengan tema ““ Tanam Sejuta Pohon untuk Masa Depan “  pada 20 November 2020. Pada acara tersebut dua Peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru diminta untuk menyampaikan materi terkait Pembuatan pupuk kompos sampah rumah tangga dan  Budidaya Tanaman Hias.

Terkait materi Pembuatan Kompos Sampah Rumah Tangga Reny  Setyo Wahyuningtyas, S.Hut, MSc peneliti Ahli Madya Balai Litbang LHK Banjarbaru  mengawali dengan  menjelaskan  besarnya sampah rumah tangga, di DKI Jakarta  sebesar 6.000 ton dan 65 % nya adalah sampah organik.  Karenanya penting untuk mengetahui bagaimana cara mengolah sampah rumah tangga sehingga dapat mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA)

“Bagaimana cara membuat kompos ?, pertama  Lapisi dasar wadah dengan sampah organic coklat seperti tanah kebun, kompos jadi atau sampah organik kering. Kedua  tambahkan sampah organik hijau seperti sisa sayur, kulit buah, ampas teh, potongan daun  dan sampah rumah tangga yang organik lainnya. Ketiga Tambahkan banyak sampah organik coklat yang berguna sebagai serat seperti daun kering, tanaman atau rumput mati, serbuk gergaji, bunga layu atau sekam. Keempat susun bahan hijau dan coklat dalam beberapa lapisan. Kelima tutup wadah  kompos dan ingat sampah sisa makanan dibawah sampah kebun biasa.  Keenam, terus pantau agar kompos tetap lembab”, jelas Reny.

Setelah paham cara membuatnya, anak-anak juga harus tahu  Faktor-faktor  yang mempengaruhi proses pengomposan  yaitu porositas, kelembaban, suhu, aerasi, ukuran partikel dan Rasio C/N, pungkas Reny.

“Untuk menjaga kandungan bahan kompos yang ideal yaitu r C/N rasio sekitar 40-60 adalah meningkatkan kandungan bahan yang mengandung banyak N. Bahan apa saja yang banyak mengandung C selain serbuk gergaji dan ranting pohon, serta bahan apa saja yang mengandung bahan N ?” tanya  Agung Hari Susanto salah satu siswa SMP Islam Al Azhar 47.

“Bahan yang mengandung C antara lain humus (serasah), tandan kosong kelapa sawit, tongkol jagung. Sedangkan bahan yang mengandung banyak N adalah  kotoran satwa, lauk sisa, sayuran hijau”, jawab Reny.

Dilanjutkan dengan materi yang kedua . Dihadapan kurang lebih 75 peserta yang terdiri dari para siswa kelas 7,8 dan 9 SMP dan juga staf pengajar SMP Islam Al Azhar banjarbaru, Rusmana, S,Hut Peneliti Muda Balai Litbang LHK Banjarbaru yang dikenal sebagai ahli persemaian menjelaskan kepada terkait  budidaya tanaman hias. “Nah sekarang kan tanaman hias lagi digandrungi semua kalangan. Tanaman hias tersebut jadi bernilai jual tinggi. Sebelum nya penting bagi kita mengetahui terkait Budidaya Tanaman Hias”, ungkap Rusmana mengawali  materinya.

Tanaman hias  banyak jenisnya, ada tanaman hias daun, bunga, buah dan batang. Selain sebagai hiasan, tanaman ini juga mempunyai fungsi ekologis, yaitu dapat menyerap zat-zat polutas seperti Enceng Gondok  (Eihornia crassipes)  yang mampu menyerap polutan di perairan. dan Lidah Mertua (Sansevieria sp) yang mampu menyerap zat polutan di udara. Selain itu ada juga yang berfungsi pangan, pewangi dan peneduh.

Untuk teknik budidaya tanaman hias, ada yang generative dengan biji, vegetative berupa stek atau potongan bagian tanaman. Karena tidak bisa langsung praktek di persemaian , teknik buidaya tersebut dijelaskan Rusmana melalui tayang video  yang menceritakan  perbanyakan tanaman hias jenis Aglonema sp.

Semua Siswa antusias mengikuti acara tersebut dan semoga bila pandemi berakhir, mereka bisa berkunjung ke edupark Balai lItbang LHK Banjarbaru.

Written by :