[FORDA] _Adalah Rusmana, S.Hut, Peneliti Muda pada Balai Litbang LHK Banjarbaru yang telah mengabdikan diri sejak 36 tahun lalu. Persemaian merupakan rumah keduanya. Pak Rus, panggilan akrabnya, senang sekali mengoleksi benih tanaman yang ditemukannya di lapangan, menyemainya dan mengamati perkembangannya. Karenanya, setiap ada kegiatan terkait persemaian, Pak Rus lah yang ditunjuk maupun diminta langsung oleh instansi penyelenggara.

Rusmana akan purna tugas 1 Januari 2021 nanti. Menjelang purna tugasnya, Rusmana masih berkiprah sebagai narasumber kegiatan Program Ekonomi Produktif di Daerah Penyangga Taman Wisata Alam di Desa Batakan, Kab. Tanah Laut, akhir November 2020 lalu. Penuh semangat, Rusmana menyampaikan “Prospek dan Teknik Budidaya Eucalyptus dan Kayu Putih” pada kegiatan yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan tersebut.

“Alasan kedua jenis itu yang dibahas, karena sesuai dengan permintaan dari masyarakat setempat,” ungkap Rusmana ketika ditanya mengapa mengangkat dua jenis tanaman tersebut. Hal ini didukung prospek tanaman ekaliptus dan kayu putih yang memang cukup menjanjikan sebagai alternatif peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok tani di sana.

Seperti diketahui, kayu ekaliptus dapat dipergunakan untuk bahan baku kayu pertukangan. Daun ekaliptus dan kayu putih dapat disuling menjadi minyak, yang sejak pandemi Covid 19 ini sangat laku dan diminati masyarakat.

“Sebenarnya pembuatan bibitnya sama saja dengan bibit-bibit tanaman kehutanan lainnya. Namun, mengingat biji ekaliptus dan kayu putih ukurannya kecil, maka ada perlakuan khusus pada penaburan benihnya,” kata Rusmana mengungkapkan teknik pembuatan bibit ekaliptus dan kayu putih kepada peserta. 

“Maka perlakuannya dengan cara benih yang berkualitas ditabur dalam media subur (humus) dan taburan ditempatkan dalam kondisi kelembaban udara antara 85-90% dan temperatur udara 30-35 °C serta intensitas cahaya sekitar 40-50%,” jelas Rusmana lebih lanjut.

Terkait teknik penanamannya, ekaliptus dan kayu putih bisa ditanam dengan cara tumpang sari dan atau monokultur. Teknik ini langsung dipraktikkan Rusmana bersama peserta di lapangan.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti 27 orang peserta yang terdiri dari unsur Muspida Kecamatan Panyipatan, Dinas Pariwisata Kab. Tanah Laut, Kepala Desa dan aparat Desa Batakan serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Lestari.***

Written by :