Peneliti dari Litbang LHK Banjarbaru, Tri Wira Yuwati yang juga merupakan koordinator kegiatan PEN-BLI Litbang LHK Banjarbaru memaparkan keberhasilan yang dicapai dalam pelaksanaan action-riset kajian Implementasi Model Restorasi Ekosistem Gambut berbasis Masyarakat.

Ia menyebut bahwa masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan melalui budidaya lebah madu kelulut serta penanaman tanaman sela diantara tanaman kehutanan.

“Petani binaan kami, Ibu Jenta, mendapatkan manfaat dari dilaksanakannya kegiatan PEN ini. Beliau mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp. 1.200.000/bulan dari implementasi kegiatan paludikultur ini melalui budidaya lebah madu kelulut dan penanaman tanaman pertanian”, ucap Tri.

Paparan tersebut disampaikan dalam Webinar Nasional Kajian Kubah Gambut dan Penerapan Metode Paludikultur dalam Rehabilitasi dan Restorasi Lahan Gambut Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 Desember 2020. Pada seminar Nasional yang diselenggarakan atas kerjasama beberapa instansi yakni Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, IPB, Universitas Gajah Mada, Universitas Tanjung Pura, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Palangkaraya. Pada kesempatan ini, Dr. Alue Dohong (Wakil Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) serta Dr. Ir. Agus Justianto, M. Sc (Kepala Badan Litbang dan Inovasi) berkesempatan menyampaikan keynote speech sekaligus membuka cara ini.

Webinar ini memiliki empat panel diskusi yakni a) Aspek Rehabilitasi dan Restorasi b) Aspek Lanskap dan Ekowisata, c) Aspek Kubah Gambut, dan d) Aspek Sosial Ekonomi.

Tri Wira Yuwati, pada kegiatan ini menjadi pembicara pada panel A yakni aspek Rehabilitasi dan Restorasi. Pada panel ini, ada tiga pembicara yakni Dr. Darwo (Kajian Multisistem Silvikultur menuju ekosistem Gambut Berkelanjutan), Tri Wira Yuwati, S.Hut, M.Si (Kajian Implementasi Model Restorasi Ekosistem Gambut berbasis Masyarakat), dan Dr. Sulistya Ekawati (Kajian strategi teknik budidaya Gambut berkelanjutan).

Seminar pada panel A ini berlangsung dengan interaktif. Hal ini diindikasikan dengan adanyabeberapa diskusi. Salah satunya terkait dengan komoditas yang perlu dikembangkan di lahan gambut.  Tri menjelaskan beberapa jenis komoditas paludikultur yang perlu direkomendasikan diantaranya purun, galam, jelutung, rumbia, dan Ikan.

Sebagai informasi, kegiatan Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) Food Estate Badan Litbang dan Inovasi melakukan riset aksi paludikultur di lahan gambut dilaksanakan di dua lokasi. Pertama, di desa Pilang Kab. Pulang Pisau, yang merupakan lahan gambut tipis. Kedua, kegiatan dilakukan di Tumbang Nusa, Kab. Pulang Pisau yang mewakili habitat gambut dalam. Kegiatan riset aksi ini telah dilakukan pada Oktober hingga Desember 2020.

Written by :