Selasa, 23 Februari 2020 BP2LHK Banjarbaru mempunyai “gawe” rapat “Pembahasan Rencana Kegiatan Tahun 2021”. Pada rapat tersebut dibahas rencana kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti-peneliti Balai Litbang LHK Banjarbaru sepanjang tahun 2021. Topik – topik menarik diangkat dalam penelitian tahun ini.

Pertama, penelitian berjudul “Strategi Pengembangan Tegakan Sengon di Kalimantan Selatan.”  Penelitian ini dipimpin oleh Muh. Abdul Qirom, S.Hut. M.S.i. Lokus dari penelitian ini adalah beberapa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalimantan Selatan seperti KPH Kayu Tangi, KPH Tanah Laut, dan KPH Cantung. Selain KPH juga diambil sasaran industri dan pabrik sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan kesesuaian dan potensi jenis, menggambarkan potensi pasar yang ada dan bagaimana praktek tata usaha kayu khususnya kayu Sengon di wilayah Kalimantan.

 Kedua, penelitain berjudul “ Strategi Pengembangan HHBK di KPH Kayu Tangi-Kalimantan Selatan.”  Pimpinan Pelaksana riset ini adalah Adnan Ardhana, S.Sos. Penelitian ini mengangkat komoditas beras hitam dan kemiri yang merupakan hasil hutan bukan kayu andalan KPH Kayu Tangi sendiri. Diharapkan dari penelitian ini bisa mendapat identifikasi dan hasil analisis permodelan usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan pendekatan Bussines Model Canvas dan strategi prioritas untuk pengembangannya ke depan.

Ketiga, penelitian berjudul “Pengaruh Kebakaran Hutan Terhadap Komunitas Fungi di Hutan Rawa Gambut”. Lokasi penelitian ini di hutan gambut KHDTK Tumbang Nusa yang pengelolaannya langsung oleh BP2LHK Banjarbaru sendiri. Dipimpin oleh Tri Wira Yuwati,S.Hut.,M.Sc., luaran hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah rekomendasi terhadap percepatan restorasi gambut dengan menggunakan teknologi fungi di lahan rawa gambut nantinya.

 Pada kesempatan yang sama, selain mengundang pihak internal balai, untuk lebih menyempurnakan hasil riset kedepannya, diundang pula instansi terkait. Diantaranya : tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat Dr. Hafizianor, S.Hut., MP. (bidang Agroforestry- Social Kehutanan) & Witiyasti Imaningsih, S.Si., M.Si (bidang mikrobiologi) sebagai pembahas utama; BPHP IX Banjarbaru- Edy Sujatmiko; Dishut Kalsel- M. Saberansyah; BKSDA Kalsel- Mahrus Aryadi; PPIKHL Wilayah Kalimantan- Dody RH.; dan pihak Balai GAKKUM LHK Kalimantan-Irmansyah untuk memberikan tanggapan berupa kritik dan saran terhadap rencana penelitian yang akan dilaksanakan oleh para punggawa Balai Litbang LHK Banjarbaru. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan menjadi referensi Pemerintah dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan kehutanan dan lingkungan ke depannya.

Pada sesi akhir acara rapat ditampilkan juga rencana kegiatan di KHDTK-KHDTK yang dikelola oleh balai berikut status hukumnya. Dari empat KHDTK yang ada, baru satu yang sudah berstatus penetapan yaitu KHDTK Riam Kiwa (1.450 ha). Sisanya KHDTK Kintap (1.000 ha), KHDTK Tumbang Nusa (5.000 ha), dan KHDTK Rantau (180 ha) masih berstatus penunjukan. “Semoga tahun ini bisa segera menyusul status penetapan dua KHDTK yang sedang dalam proses tahap pengusulan (Kintap dan Tumbang Nusa)”, pungkas Purwanto Budi Santoso, S.Hut., M.Sc. di akhir presentasinya.

Written by :