Reni Setyo Wahyuningtyas.S.Hut.M.Sc

Ada yang baru di Balai Litbang LHK Banjarbaru.  Demplot Tanaman Endemik Kalimantan telah selesai dibangun akhir tahun 2020 lalu. Pembangunan Demplot ini merupakan kerjasama Balai litbang LHK Banjarbaru dengan Pertamina Depo Banjarbaru. 

Reny Setyo Wahyuningtyas peneliti ahli madya Balai litbang LHK Banjarbaru, selaku Pemimpin Pelaksana pembangunan demplot ini menjelaskan  tujuan dari pembangunan demplot ini adalah untuk meningkatkan populasi flora Kalimantan.

“Agar demplot ini bermanfaat bagi masyarakat dan juga sebagai sarana edukasi, maka demplot dibangun di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat dan tidak jauh dari kawasan kota”, ungkap Reny.

 Reny  menjelaskan bahwa Arboretum Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru merupakan areal yang cukup ideal sebagai lokasi Demplot Tanaman Endemik Kalimantan. Selain memiliki areal yang luas yaitu ±10 Ha, dekat dengan Bandara Syamsudin Noor dan pusat Kota Banjarbaru, di dalam komplek ini telah terbangun sarana edukasi lainnya seperti : 1) Kelulut Edupark, 2) Rusa Sambar Edupark, 3) Konservasi Anggrek, 4) Arboretum, 5) Camping Ground  dan  6) Persemaian.

“ Sejak diresmikan tahun 2019 lalu, tercatat sekitar 480 orang/bulan  dari kalangan umum  telah mengunjungi lokasi ini.  Sedangkan dari anak sekolah tercatat sekitar 400 siswa/bulan datang untuk belajar di luar kelas mengenai flora, satwa dan alam sekitar. Tingginya minat pengunjung untuk datang ke areal arboretum ini disebabkan lingkungan arboretum di komplek ini memiliki suasana asri dan sejuk, mudah dijangkau dan tidak dipungut biaya (gratis). Dari segi edukasi, tenaga pengajar dari staf balai juga siap membagikan pengetahuan terkait flora dan fauna, serta lingkungan hidup kepada siswa-siswa sekolah sesuai dengan level umur mereka” , ujar Rudy Supriadi Pengelola Arboretum.

Ada yang unik dari demplot ini, yaitu  Tema demplot tanaman endemik ini adalah peta Propinsi Kalimantan Selatan beserta  nama-nama kota yang ada di dalamnya. “Tema ini dipilih dengan pertimbangan karena: 1). demplot ini berisi koleksi jenis-jenis tanaman asli Kalimantan, 2) memudahkan mengelompokkan  jenis-jenis tumbuhan berdasarkan nama daerah di Kalimantan Selatan”.ungkap Reny.

Misalnya, Kabupaten Banjar di dalamnya ada Desa Kelampayan (Kecamatan Astambul) maka koleksi tumbuhan di spot tersebut ditanam Jabon/Kelampayan (Antocephalus cadamba). Contoh lainnya adalah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ada daerah yang terkenal dengan nama Pantai Hambawang (Kec. Labuan Amas), maka di dalamnya ditanam jenis Hambawang (Mangifera foetida), dan di Kota Banjarbaru ada Kec. Landasan Ulin maka di dalamnya ditanam jenis Ulin (Eusyderoxylon zwagery). Jelas Reny lebih lanjut.

Pengelompokan semacam ini bertujuan memudahkan pengunjung mengenal nama-nama daerah yang ternyata seringkali diadopsi dari nama-nama tumbuhan. Sedangkan pengelompokan berdasarkan lokasi tempat tumbuh asal (origin) jenis tersebut tidak bisa ditetapkan mengingat sebaran tepat tumbuh jenis-jenis tersebut bisa ditemukan di beberapa daerah di Pulau Kalimantan, jelas Junaidah peneliti muda Balai Litbang LHK Banjarbaru selaku salah satu tim dalam pembangunan demplot ini.

“Tanaman koleksi dalam demplot tanaman endemik Kalimantan pada tahun pertama (2020) ini terdiri  59 jenis spesies (jenis) dan 25 famili (suku), yang terbagi dalam 12 kluster kota/kecamatan”, ungkap Junaidah.

“Jenis-jenis tersebut ada yang memiliki habitus berupa pohon berkayu, juga ada yang berupa tanaman merambat. Kegunaannya pun beragam antara lain : pohon penghasil kayu, pohon buah, tanaman obat, tanaman aromatik, tanaman ornamental (ornamental trees), makanan satwa liar, hingga tanaman dengan fungsi konservasi”.  Jelas Junaidah.

Anda penasaran bagaimana demplot tanaman endemic Kalimantan? Silahkan kunjungi di Balai Litbang LHK Banjarbaru,  tapi nanti bila pandemi covid 19 telah berakhir. Tetap Semangat. Sehat dan Bahagia.