Oleh : Wawan Halwany

Semua mahluk hidup yang diciptakan Tuhan  mempunyai  fungsi dan manfaat masing-masing.  Fauna tanah merupakan bagian dari ekosistem lahan yang .   Keberadaan fauna tanah dipengaruhi oleh kondisi lahan tersebut.  Ada fauna tanah yang memerlukan kondisi iklim mikro tertentu  ada juga fauna tanah yang dapat hidup pada kondisi ekstrim tertentu  Suhu tanah merupakan salah satu faktor fisika tanah yang sangat menentukan  kehadiran dan kepadatan organisme tanah.  Dengan demikian suhu tanah akan menentukan tingkat dekomposisi mineral organik tanah.   Suhu yang ideal untuk habitat cacing tanah di  daerah tropic antara 15-25oC.

Fauna tanah adalah hewan  yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun  yang terdapat di dalam tanah (Suin, 1997).  Proses dekomposisi dalam tanah tidak akan mampu berjalan cepat bila tidak ditunjang oleh kegiatan makrofauna tanah.  Makrofauna tanah adalah fauna tanah yang masih bias dilhat dengan mata telanjang, seperti cacing, kelabang, kecoa dan semut.   Secara garis besar proses perombakan berlangsung  sebagai berikut : Pertama-tama perombak yang  besar atau makrofauna meremah-remah substansi  organic mati pada habitat. Kemudian materi ini akan melalui usus dan akhirnya menghasilkan butiran-butiran feses.  Butiran-butiran tersebut dapat dimakan  oleh mesofauna dan atau makrofauna pemakan kotoran seperti cacing tanah  yang hasil akhirnya akan dikeluarkan dalam bentuk feses  pula.  Materi terakhir ini akan dirombak oleh mikroorganisme  terutama bakteri untuk diuraikan lebih lanjut.  Penguraian akan menjadi lebih sempurna apabila hasil ekskresi fauna ini dihancurkan dan diuraikan lebih lanjut oleh mikroorganisme terutama bakteri hingga sampai pada proses mineralisasi.  Melalui proses tersebut, mikroorganisme yang telah mati akan menghasilkan garam-garam mineral yang akan digunakan oleh tumbuh-tumbuhan lagi.  Dengan melihat proses aliran energy dapat dikatakan bahwa tanpa adanya keberadaan mesofauna tanah, proses perombakan materi (dekomposisi) tidak akan dapat berjalan dengan baik (Rahmawaty, 2000).

Fauna tanah memainkan peranan yang sangat penting dalam pembusukan  zat atau bahan-bahan organik dengan  cara: (Barnes, 1997 dalam Rahmawaty, 2004). Yaitu: 1.Menghancurkan jaringan-jaringan secara fisik dan meningkatkan ketersediaan bahan  bagi aktifitas bakteri dan jamur. 2.Melakukan pembusukan pada bahan-bahan  seperti  gula, sellulosa dan sejenis lignin 3. Merubah  sisa-sisa tumbuhan menjadi humus. 4. Menggabungkan antar bahan yang membusuk pada lapisan tanah bagian atas. 5.Membentuk kemantapan agregat antara bahan organic dan bahan mineral tanah.

Fauna tanah sensitive  terhadap perubahan kondisi lahan.  Oleh karena itu segala bentuk perlakuan atau tindakan yang menyebabkan hilangnya fauna tanah perlu dikurangi/dihindarkan diantaranya penggunaan  herbisida atau bahan kimia lainnya sehingga diharapkan ekosistem lahan tersebut terjaga dengan baik.

Written by :