oleh :

jejaring-sosial1Adnan Ardhana

Penelitian memegang peranan penting dalam banyak hal, seperti dalam bidang kehutanan,pertanian,  komunikasi, teknologi, dan lainnya. Penelitian mempunyai peran antara lain untuk pemecahan masalah, memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam bidang yang diajukan serta mendapatkan pengetahuan atau ilmu baru. Ketika penelitian sudah selesai dilakukan, hal penting yang perlu dilakukan adalah mengkomunikasikan hasilnya ke khalayak luas, baik untuk kalangan ilmiah maupun masyarakat luas. Hal ini perlu dilakukan mengingat dunia penelitian adalah dunia bersambung, dimana hasil penelitian baik berupa teknologi, kajian kebijakan maupun prototype akan menjadi dasar pengembangan bagi studi-studi berikutnya sampai ditemukan paket iptek yang di harapkan.  Proses komunikasi ini juga menjadi penting untuk menjaring feedback dari user / pengguna hasil penelitian untuk dijadikan dasar pengembangan lebih lanjut dari hasil suatu penelitian.

Permasalahan yang muncul kemudian adalah hasil-hasil penelitian tersebut seringkali hanya dapat diakses oleh kalangan terbatas. Dilain pihak, jurnal-jurnal ilmiah pun jumlahnya masih terbatas di Indonesia serta karakteristik  wilayah yang sangat luas semakin menjadikan hasil-hasil penelitian tidak terjangkau masyarakat luas. Sehingga kesan yang didapat bahwa hasil-hasil penelitian masih kurang membumi walaupun kualitasnya mungkin sangat baik sehingga diperlukan strategi komunikasi tertentu agar hal tersebut dapat teratasi.

Perkembangan teknologi saat ini ternyata juga mempengaruhi proses komunikasi dan penyebaran informasi. Jika dimasa lalu media tradisional seperti televisi, radio, dan koran menjadi ujung tombak dalam penyebaran informasi dan saluran komunikasi, saat ini sudah bermunculan sarana-sarana baru untuk penyampaian informasi dan media komunikasi. Jika media tradisional identik dengan biaya mahal dan cenderung satu arah, maka sarana-sarana baru ini lebih interaktif dan  murah. Salah satu sarana yang saat ini  banyak digunakan  adalah social media.

Social Media di Indonesia

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan social media? Dari anak SD sampai orang dewasa telah menggunakannya, Facebook adalah yang paling populer disusul Twitter yang semakin diminati belakangan ini. Social media merupakan tempat atau sarana untuk menghubungkan manusia untuk berinteraksi didalamnya.  Social media juga  mengajak siapa saja yang tertarik berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Adapun bentuk social media yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia saat ini meliputi blog, social network atau jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.

Di Indonesia social media tumbuh cukup pesat. Pada awal tahun 2013 , tiga per empat dari penduduk Indonesia sudah menggunakan internet dan menikmati manfaat social media.  Bulan Januari 2013, ada 45 juta pengguna internet di Indonesia, dan itu belum termasuk mereka yang menggunakan social media. Hebatnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna social media terbanyak. Dari 220 juta penduduk di Indonesia, mereka yang menikmati manfaat media sosial ada sekitar 30,1 juta pengguna Facebook dan jumlah ini merupakan terbanyak ke dua di dunia. Untuk social media lainnya yaitu Twitter, pengguna di Indonesia ada 6,2 juta dan jumlah ini merupakan pengguna twitter terbesar ke tiga di Asia. Di samping itu juga terdapat 45 juta orang yang berlangganan internet dan jumlah ini sudah termasuk pengguna internet melalui ponsel atau handphone.

Pemanfaatan Social Media sebagai Sarana Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian

               Berdasarkan data diatas, dapat dikatakan bahwa social media merupakan media pilihan yang saat ini digemari masyarakat luas. Potensi besar social media ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana komunikasi hasil-hasil penelitian dalam rangka penyebaran IPTEK.  Pemikiran ini tidak lain didasari pada sifat social media yang memungkinkan setiap individu untuk membangun hubungan sosial melalui dunia maya seperti membangun suatu profil tentang dirinya sendiri, menunjukkan koneksi seseorang dan memperlihatkan hubungan apa saja yang ada antara satu pemilik dengan pemilik akun lainya dalam sistem yang disediakan, dimana masing-masing social media memiliki ciri khas dan sistem yang berbeda-beda.

Dalam kerangka pemanfaatan social media untuk sarana komunikasi hasil-hasil penelitian ini, tentunya harus di pahami terlebih dahulu karakternya dari masing-masing agar target audience serta materi yang nantinya akan disampaikan tepat sasaran. Misalkan menyebarluaskan iptek yang berupa video, maka social media yang bisa di gunakan adalah Youtube atau jika ingin menyampaikan informasi singkat mengenai sebuah penelitian bisa menggunakan media twitter dengan disertai hashtag (#)tertentu agar mudah dilacak dikemudian hari.  Berikut di sajikan beberapa alternative jenis social media yang dapat dijadikan pilihan sebagai  sarana komunikasi hasil-hasil penelitian :

 

 

 

FACEBOOK
Tentu saja semua juga setuju jika facebook layak dijadikan urutan pertama sosial media yang cukup penting dan paling banyak digunakan. Sosial media ini  memberikan beranekaragam fitur seperti menandai foto, membagikan status, unggah video, tautan, dan pembaharuan status (update status) dengan jumlah karakter yang tidak terbatas.  Selain itu, dalam Facebook juga memberikan kebebasan kepada pihak ketiga untuk mengembangkan aplikasi tambahan, seperti kuis, games, serta  aplikasi fan page yang disediakan oleh Facebook dapat di index oleh mesin pencari apabila dioptimasi sesuai dengan keyword institusi yang dimaksud.

Twitter
Sosial media yang satu ini juga tidak kalah penting dan berpengaruh jika di bandingkan dengan Facebook. Meskipun jumlah karakter yang diusungnya dalam setiap Tweet hanya 140 karakter, namun ini juga menjadi social media terpoluler nomor 2 setelah facebook. Pemilik akun biasanya mempunyai tujuan masing-masing dalam penggunaan social media ini. Mulai untuk berkomunikasi, pencitraan, bahkan ada untuk interaksi dengan penggemar bagi artis, tokoh, institusi, baik pemerintah maupun swasta kepada masyarakat umum. Sosial media ini kerap kali menjadi barometer popularitas, karena fiturnya dapat menampilkan topik yang paling banyak dibicarakan di sosial media ini (trending topics) dengan mengunakan fasilitas hashtag (#) serta didukung fasilitas retweet dan percakapan secara terbuka. Semakin banyak member yang mengunakan hashtag yang dibuat, maka semakin besar kemungkinan menjadi trending topics, sehingga tidak jarang sosial media ini menjadi referensi bagi media dalam mengangkat sebuah topik untuk diberitakan.

Youtube
Ini adalah social media yang terkenal dengan video sharing. Social media ini dapat memberikan kesempatan kepada kita untuk meng-upload jenis video koleksi pribadi baik promosi atau apa saja dan dishare kepada 45 juta lebih pengguna diseluruh dunia. Social media juga ini memiliki 54 versi bahasa di dunia.

Flickr
Social media ini didirikan pada tahun 2004 dan sudah memiliki pengguna sekitar 51jt lebih. Fokusnya lebih kepada gambar atau foto-foto dan video yang bisa dishare keseluruh dunia. Flickr telah diakuisisi oleh Yahoo, jadi ketika sudah memiliki account di yahoo.com secara otomatis juga bisa digunakan untuk Flickr. Para pengunjung dapat langsung berkomentar pada foto atau video yang sedang ditampilkan (photostream).

Google Plus (G+)

Google Plus adalah social media milik  Google. Sejak kemunculannya beberapa bulan yang lalu, tepatnya 28 juni 2011 penggunanya sudah mencapai 90jt-an orang lebih diseluruh dunia. Dan ke populeran Google + hingga saat ini telah mengimbangi Facebook.

Dari beberapa social media  tersebut, sebuah institusi kelitbangan dapat memilih mana yang lebih efektif digunakan untuk kepentingan komunikasi hasil-hasil penelitiannya.  Menggunakan lebih dari satu social media  dapat menjadi pertimbangan dengan tujuan meraih lebih banyak audience dan calon audience tanpa terbatas komunitas atau penguna social media tertentu. Bahkan beberapa fitur sosial media pada umumnya telah memiliki sistem terintegrasi, sehingga social media satu dengan yang lainnya saling terhubung. Karena setiap social media memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, baik dari sisi jumlah pengguna, maupun fitur yang disediakan.  Selain itu, faktor pendukung lain seperti kemudahan mengakses, berinteraksi, dan popularitas dari social media yang digunakan tentunya juga harus menjadi pertimbangan dalam memilih social media yang digunakan agar harapan mewujudkan iptek tersebar luas dan merata bisa diwujudkan.

 

*Dari berbagai sumber

Written by :