Faktor –faktor yang mempengaruhi keberhasilan tanaman ditentukan oleh faktor luar (lingkungan) dan faktor dalam atau genetiknya yang merupakan sifat alami yang sudah diturunkan dari induknya.  UBntuk mendapatkan informasi kecocokan asal klon jati pada suatu areal tapak, dialakukan ujicoba penanaman jati secara klonal. Uji tanaman jati asal klonal ini telah  telah dilakukan BPK Banjarbaru  bersama Balai Balai Besar Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BB Biotek dan Pemuliaan) Yogyakarta sejak tahun 2005-2006 di desa Kelumpang Hulu (Cantung) Kabupaten Kota Baru, Kalsel.

Terdapat lebih dari 70 klon jati yang telah diujicobakan diantaranya dari klon dengan asal pohon induk dari Cepu, Madiun, Randublatung, Donoloyo, Thailand, Kendari, Raha, Rembang, Wanagama.

“Setelah kami evaluasi dan analisis, klon PW menunjukkan performa yang baik, “ kata Muhammad Abdul Qirom, peneliti bidang silvikultur di BPK Banjarbaru. Hasil evaluasi tersebut dilakukan tahun 2007 dan sudah dipublikasikan dalam prosiding di BPK Banjarbaru.  “Dari evaluasi yang kami lakukan tahun 2011 kemarin, terdapat 10 klon yang mencapai diameter 15-17 cm pada umur tanaman 5 tahun 10 bulan “ kata Rusmana menambahkan.

Untuk mengetahui tren dan kestabilan penampilan pertumbuhan suatu klon, setiap periode dilakukan evaluasi. Dr. Budi Leksono, peneliti  pemuliaan dari (BB Biotek dan Pemuliaan) Yogyakarta melakukan kunjungan dan evaluasi klon-klon Jati di desa Kelumpang Hulu didampingi  Rusmana dan Reny Setyo, tim  penelilti BPK Banjarbaru (23/5/2012). Hasil evaluasi tersebut diharapkan mendapatkan informasi lanjutan klon-klon yang  terbaik, dan dari klon terbaik tersebut akan dibuat bibit secara klonal  sebagai cadangan dan penyelematan materi genetik dari klon-klon yang unggul tersebut. (P)***

Written by :