GAMBARAN UMUM

BP2LHK Banjarbaru memiliki Hutan Penelitian di lahan rawa gambut Tumbang Nusa sejak tahun 1998. Status hukum Hutan Penelitian adalah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) berdasarkan SK penunjukan Menteri Kehutanan No. 76/Menhut-II/2005 tanggal 31 Maret 2005. Luas KHDTK Tumbang Nusa 5.000 hektar, terletak didalam kawasan hutan produksi tetap wilayah propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

KHDTK Tumbang Nusa ini sebelumnya merupakan bagian dari kawasan HPH PT. Arjuna Wiwaha berdasarkan SK.08/Kpts/Um/6/1978 tanggal 4 Januari 1978 seluas 92.000 ha, yang izinnya telah berakhir pada 4 Januari 1998. KHDTK Tumbang Nusa adalah satu-satunya hutan penelitian rawa gambut Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (Badan litbang Kehutanan) dari 33 KHDTK yang ada di Indonesia.

LOKASI

Secara administratif pemerintahan, KHDTK Tumbang Nusa terletak di desa Tumbang Nusa dan desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan Tata Guna Hutan Kesepakatan areal KHDTK Tumbang Nusa termasuk dalam wilayah kerja Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah dan berada dalam wilayah hukum Kepolisian Resort Pulang Pisau. Secara geografis terletak pada titik koordinat 02°18’37” – 02°22’34” LS dan 114°02’48” – 114°06’46” BT. Jarak tempuh KHDTK Tumbang Nusa dari BP2LHK Banjarbaru adalah 200 km sedangkan jarak tempuh dari kota Palangka Raya adalah 35 km.

KHDTK Tumbang Nusa menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson termasuk tipe A. Data cuaca tahun 1998-2008 adalah suhu rata-rata 27°C, suhu minimum 23°C dan suhu maksimum 33°C (Anonim, 2008). Rata-rata curah hujan tahun 1998-2012 adalah 3.383 mm/tahun, curah hujan tahun 2011, 6.848 mm, dan tahun 2012, 6.678 mm. Bulan kering terjadi antara bulan Juli hingga September (tahun 1997-2012).

Ketinggian tempat KHDTK Tumbang Nusa antara 0 – 5 m dpl dengan elevasi antara 0 – 18 %, sedangkan kedalaman gambut ≥ 3 m. Jika musim hujan, ketinggian air mencapai 25 cm di atas permukaan tanah. Jenis tanah ORDO HISTOSOL dengan pH tanah 3,5. Areal KHDTK Tumbang Nusa berdasarkan Peta Citra ALOS tahun 2007 dan Peta RTRWP Kalteng tahun 2008 dapat dikelompokkan dalam lima tipe kondisi suksesi yaitu : hutan lebat 80 %, vegetasi jarang 9 %, semak belukar 5 %, padang kelakai 4 %, dan vegetasi sedang 2 %.

Vegetasi tumbuhan bawah didominasi oleh pakis-pakisan dan kelakai, karamunting, epatorium, dan jenis rumputan lainnya. Jenis permudaan alam dari tingkat semai hingga tingkat pohon, diantaranya adalah : Meranti bunga (Shorea teysmanniana), Merapat (Combretocarpus rotundus), Nyatoh (Palaquium cochlearia), Meranti batu/tembaga (Shorea parvifolia), Ramin (Gonystylus bancanus), Terentang (Campnosperma auriculata), Malam-malam (Diospyros malam), Bintangur (Calophyllum kunstleri), Keruing (Dipterocarpus caudiferus), Mandarah (Horsfieldia sp), Gerunggang (Crotoxylon arborescens), Medang telur (Stemonurus scorpiodes), Pantung/jelutung (Dyera polyphylla), dan jenis non komersil lainnya.

Sarana dan Prasarana

Aktivitas penelitian di KHDTK Tumbang Nusa telah ditunjang oleh sarana prasarana penelitian sebagai berikut :

  1. Pondok kerja / camp
  2. Jembatan dan jalan titian
  3. Jalan induk dan jalan cabang
  4. Sekat bakar dan sumur gali
  5. Generator listrik
  6. Gudang
  7. Sumur bor
  8. Persemaian permanen dan kantor
  9. Shelter
  10. Gerobak
  11. Mesin pemadam kebakaran
  12. Kendaraan dinas roda dua
  13. Handy receiver

OBYEK PENELITIAN

Ruang lingkup kegiatan penelitian yang telah dan sedang dilakukan, diantaranya :

  1. Kesesuaian jenis dengan tapak
  2. Teknik budidaya jenis-jenis pohon HRG
  3. Teknik persiapan lahan di rawa gambut
  4. Teknologi agroforestry
  5. Kajian sosial ekonomi
  6. Teknik pemeliharaan permudaan alam
  7. Teknologi dan aplikasi mikroba tanah
  8. Inventarisasi pohon rawa gambut
  9. Teknik pengendalian kebakaran hutan
  10. Studi tegakan benih teridentifikasi

. JENIS POHON YANG PALING POTENSIAL

Berdasarkan hasil uji tanaman di lahan gambut, maka tujuh jenis diketahui sangat potensial dikembangkan dan ditanam di lahan rawa gambut, yaitu :

1. Pantung/Jelutung (Dyera polyphylla)
2. Kahui (Shorea belangeran)
3. Kapurnaga (Calophyllum macrocarpum)
4. Punak (Tetramerista glabra)
5. Ramin (Gonystylus bancanus)
6. Medang telur (Stemonurus scorpiodes)
7. Bintangur (Calophyllum kunstleri)

VII. LUAS TANAMAN DAN PERMUDAAN ALAM (31 DESEMBER 2012)                                                                  

1. Plot penelitian & eks penelitian, dan tanaman (pilot plantation) ………………………………………………….. = 67,15 Ha
2. Plot permudaan alam merapat dan jenis pioner …… = 24,30 Ha
3. Tegakan benih teridentifikasi (lihat Tabel 1) ……….. = 5,00 Ha
JUMLAH = 96,45 Ha

VIII. POTENSI JENIS POHON INDUK (DESEMBER 2012)

Tiga puluh empat jenis pohon induk yang dapat berperan dalam perkembangan suksesi alam sebagaimana disajikan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Pengamatan masa berbuah jenis   pohon induk tegakan benih teridentifikasi dari tahun 2010
s/d 2012 di KHDTK Tumbang Nusa, Kalteng.
No Nama Nama Jumlah Persentase Berbuah
Lokal Latin (btg) (%) (bulan)
1 Meranti Bunga Shorea teysmanniana 66 15,9
2 Merapat Combretocarpus rotundatus 37 8,9 (4) (8) (12)
3 Nyatoh Palaquium cochlearia 28 6,8 (11)
4 Ramin Gonystylus bancanus 25 6,0
5 Terentang Campnosperma auriculata 22 5,3 (3) (10)
6 Malam-malam Diospyros malam 27 6,5 (4) (8) (12)
7 Mertibu Eugenia sp 26 6.3 (8)
8 Jambu-jambu Eugenia sp 19 4,6 (12)
9 Pantung Dyera polyphylla 17 4,3 (2) (12)
10 Mandarah Horsfieldia sp 13 3,1 (4) (8)
11 Gerunggang Cratoxylon arborescens 12 2,9 (4) (6) (8) (12)
12 Pisang-Pisang Microcos saccifera 13 3,1 (4) (8) (12)
13 Medang telor Stemonurus scorpiodes 9 2,2
14 Rahanjang  Xylopia sp 9 2,2 (8) (12)
15 Meranti batu Shorea parvifolia 10 2,4
16 Bintangur Calophyllum kunstleri 7 1,7 (4) (8) (12)
17 Keruing Dipterocarpus caudiferus 9 2,2
18 Maharuang Diospyros sp 7 1,7 (11) (12)
19 Kapurnaga jangkar Calophyllum macrocarpum 7 1,7 (4) (8) (12)
20 Perupuk Meliocope sp 7 1,7
21 Lilin-lilin Paratocarpus triandus 7 1,7 (4) (8) (12)
22 Punak Tetramerista glabra 7 1,7 (4) (8) (12)
23 Kapurnaga banyu Calophyllum sp 4 1,0
24 Rambutan hutan Naphelium sp 5 1,2 (4) (8)
25 Galam tikus Eugenia sp 3 0,7
26 Kempas Koompassia malaccensis 3 0,7
27 Resak Vatica resak 4 1,0
28 Kahui Shorea belangeran 3 0,7
29 Palawan Tristaniopsis maingayi 1 0,2
30 Tampang   2 0,5
31 Gemor Nothaphoebe coriacea 1 0.2 (7) (12)
32 Kayu bawang   1 0.2
33 Nangka-nangka Neoscortechimia kinggi 1 0.2
34 Papung Sandoricum bornensis 1 0.2
JUMLAH 414 100