Gemor (Nothaphoebe coriacea)

Informasi umum Gemor (Nothaphoebe coriacea) merupakan salah satu jenis pohon dengan habitat alam di hutan rawa gambut. Jenis ini terdapat pada daerah bergambut tipis sampai tebal. Pohon gemor dapat mencapai tinggi total 30 meter, tinggi bebas cabang 20 meter, dan diameter batang mencapai 70 cm, dan tebal kulit mencapai 2…

BEKANTAN Vol.I/No.1/2013

Setelah sekian lama menghilang, Bekantan terbit lagi, tapi dalam kemasan yang berbeda. Berita Kehutanan Kalimantan yang disingkat Bekantan awalnya merupakan tabloid Balai Teknologi Reboisasi (nama Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru pada masa itu). Sekarang Bekantan terbit dalam bentuk majalah dengan bahasan yang lebih padat dan tampilan yang lebih menarik. Berbicara mengenai…

galam agustus’ 11

Keberadaan vegetasi pada suatu wilayah akan memberikan dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas antara lain dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah, pengaturan tata air kawasan, pengendalian erosi, dan  sebagainya. Berkaitan dengan fungsi pengaturan tata air dan…

Galam Vol.IV No.3 Desember 2010

Karakteristik umum hutan rawa gambut tropika adalah tergenang secara periodik dan mikrotopografi yang bergelombang dengan banyak gundukan kecil (Coomes dan Grubb, 1996 dalam Nishimua et al, (2007). Menurut Rieley dan Page (2008) mikrotopografi di permukaan gambut berupa gundukan-gundukan kecil (small hummocks) yang bisa mencapai tinggi 50 cm atau lebih dan…

Galam Vol.IV No.2 Agustus 2010

Olah Tanah Konservasi (OTK) merupakan salah satu teknik pengolahan tanah yang meminimalkan gangguan terhadap tanah. Cara ini bukanlah teknik baru. Di bidang pertanian OTK bahkan telah banyak diterapkan dan memberikan hasil yang cukup baik bagi produktifitas tanaman dan kelestarian tanah. Olah tanah konvensional yaitu dengan bajak total dan garu  telah…

GALAM Galam Vol. IV No.1, April 2010

Program Gerhan ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Realisasi keberhasilan program ini hanya 60% dari target yang telah ditetapkan.  Kegagalan ini terutama disebabkan oleh 4 aspek,  yakni : kepastian kawasan, teknis, koordinasi dan  kelembagaan antar sektor serta masyarakat, dan dukungan politik. Dari keempat aspek…