RENCANA STRATEGIS 2015 -2019

Agar kegiatan Balai Penelitian  dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru ke depan terarah perlu dilakukan penyusunan rencana Balai yang realistis dan terukur.  Penyusunan rencana tersebut merupakan langkah penting dan menentukan keberhasilan Balai dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya sebagai institusi riset lingkungan hidup dan kehutanan.  Dalam kaitan ini, Balai Penelitian  dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru menyusun Rencana Strategis (Rencana Kerja Lima Tahun) untuk kurun waktu 2015 – 2019.  Rencana Strategis (RENSTRA) merupakan rencana jangka panjang yang memberikan arah dan panduan kegiatan pokok penelitian, serta kegiatan pengembangan institusi dan ketatalaksanaan.  Penyusunan Rencana Strategis  Balai mengacu visi dan misi pembangunan Indonesia Tahun 2015-2019 yang dijadikan peta jalan seluruh Kementerian dalam merancang arah pembangunan.

Selaras dengan arah kebijakan dan strategi Badan Litbang dan Inovasi tahun 2015-2019 khususnya dalam peningkatan peran IPTEK dalam mendukung pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka kebijakan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015-2019 diarahkan pada tiga hal utama, yaitu :

  1. Peningkatan pelaksanaan kegiatan litbang pada kegiatan pengelolaan hutan
  2. Peningkatan diseminasi hasil litbang pada kegiatan pengelolaan hutan
  3. Pemantapan dukungan kelitbangan yang meliputi; perencanaan, evaluasi, pelaporan, kerjasama, kelembagaan, pendanaan, SDM dan sarana prasarana.

Salah satu Sasaran Program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah: Tersedianya Iptek bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mendukung Pencapaian Sasaran Strategis Kementerian LHK. Sasaran Program ini akan dicapai melalui pelaksanaan Program Penelitian dan Pengembangan LHK, yang menjadi tanggung jawab Badan Litbang dan Inovasi. Keberhasilan Program nantinya dapat diukur melalui Indikator Kinerja Program (IKP) sebagaimana kesepakatan trilateral meeting dengan Kementerian/Bappenas dan Kementerian Keuangan yaitu :

  1. Jumlah capaian paket IPTEK dan persen kemanfaatan IPTEK pengelolaan hutan, peningkatan nilai tambah hasil hutan, kualitas lingkungan, sosial ekonomi kebijakan, dan perubahan iklim meningkat setiap tahun (15 Sintesa Hasil Penelitian dan minimal 70% termanfaatkan)
  2. Persen capaian paket pengembangan hasil penelitian meningkat setiap tahun (7 Pilot Iptek di KPH dan 4 Paket Pengembangan Iptek, serta Demonstration Activity  di 10 ekosistem)
  3. Jumlah Pengelolaan Laboratorium Lingkungan (1 unit Laboratorium Rujukan dan 15 Laboratorium Lingkungan di Daerah)
  4. Jumlah rancangan dan pengelolaan stasiun riset kehati terintegrasi pada 12 TN serta pengelolaan 34 KHDTK

Mengingat posisi BLI sebagai institusi pendukung unit Eselon I KLHK, maka IKP Litbang LHK diformulasi ulang dalam Renstra KLHK 2015-2019 sesuai Permen LHK Nomor : P39/MenLHK-II/2015 tanggal 7 Agustus 2015, Indikator Kinerja Program (IKP) Litbang LHK diuraikan menjadi :

  1. Jumlah paket iptek untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup meningkat setiap tahun (S1.P8.IKP)
  2. Jumlah paket iptek untuk mendukung peningkatan kontribusi hutan dan lingkungan hidup pada devisa dan penerimaan negara meningkat setiap tahun (S2.P8.IKP)
  3. Jumlah paket iptek untuk mendukung peningkatan kontribusi hutan dan lingkungan hidup untuk mendukung keseimbangan ekosistem (S3.P8.IKP).

Guna mendukung pencapaian sasaran program Badan Litbang dan Inovasi secara terperinci sasaran kegiatan yang akan dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015-2019 tersebut, antara lain :

  1. Terlaksananya Pengembangan IPTEK di bidang Pengelolaan Hutan
  2. Tersedianya bahan sintesa hasil Penelitian Tematik Unit Litbang LHK di Daerah.

 

Lebih lengkap tentang rencana strategis 2015-2019 BP2LHK Banjarbaru,